JAKARTA, Cobisnis.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mulai menimbulkan kerugian bagi sejumlah pelaku usaha. Aktivitas produksi hingga distribusi ikut terganggu akibat pasokan listrik yang terputus selama berjam-jam.
Salah satu yang terdampak ialah usaha produksi es kristal milik Yohn Anna di Jalan Yam Sabran, Kecamatan Pontianak Timur. Seluruh proses produksi terpaksa dihentikan karena mesin pembuat es tidak dapat beroperasi tanpa aliran listrik.
Yohn mengatakan terhentinya produksi membuat pasokan es kepada pelanggan ikut terganggu. Kondisi tersebut paling dirasakan pelaku UMKM yang mengandalkan pasokan es untuk menjalankan usahanya setiap hari.
Tak hanya itu, ruang pendingin penyimpanan es juga tidak dapat bekerja maksimal selama pemadaman berlangsung. Akibatnya, stok es yang telah diproduksi perlahan mencair sehingga menambah kerugian yang harus ditanggung.
Di tengah kondisi tersebut, Yohn mengaku belum memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Menurutnya, mesin pembuat es membutuhkan daya yang sangat besar sehingga biaya pengadaan genset masih belum mampu dipenuhi.
Gangguan listrik juga berdampak pada proses distribusi. Lampu lalu lintas yang padam menyebabkan kemacetan sehingga pengiriman es kepada pelanggan menjadi lebih lambat. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, ia menambah isi setiap kemasan dari 10 kilogram menjadi sekitar 12 kilogram agar jumlah yang diterima tetap sesuai meski sebagian es mencair.
Yohn menyebut pemadaman sehari sebelumnya berlangsung sekitar tujuh hingga delapan jam. Ia berharap pasokan listrik di Pontianak segera kembali normal dan meminta pemerintah bersama PLN memprioritaskan pasokan listrik bagi kawasan industri serta sentra produksi karena gangguan tersebut turut memengaruhi rantai pasok dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutku versi ini lebih enak dibaca karena paragraf pertama memberi gambaran besar dulu, baru masuk ke kasus Yohn. Alur informasinya juga lebih mengalir dan tiap paragraf panjangnya lebih seimbang.