Pemilu Armenia 2026 Digelar di Tengah Tekanan Rusia

Oleh Zahra Zahwa pada 09 Jun 2026, 09:59 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Warga Armenia memberikan suara dalam pemilu parlemen pada Minggu, 9 Juni 2026, di tengah meningkatnya tekanan dari Rusia terhadap pemerintahan Perdana Menteri Nikol Pashinyan.

Pashinyan dan partai berkuasa Civil Contract berupaya memperoleh mandat kuat untuk melanjutkan kebijakan yang mempererat hubungan dengan negara-negara Barat.

Saat memberikan suara, Pashinyan menegaskan Armenia akan terus memperkuat kemerdekaan, demokrasi, dan supremasi hukum. Selain itu, ia menyebut Uni Eropa sebagai mitra utama dalam pelaksanaan reformasi demokrasi di negaranya.

Sementara itu, sejumlah pejabat tinggi Rusia menyampaikan peringatan terkait arah kebijakan luar negeri Armenia. Beberapa pernyataan bahkan membandingkan langkah Armenia dengan jalur yang sebelumnya ditempuh Ukraina.

Di sisi lain, penyidik Armenia menerbitkan enam surat perintah penangkapan terhadap anggota partai oposisi Strong Armenia sehari sebelum pemungutan suara. Otoritas menuduh mereka terlibat dalam praktik pembelian suara.

Meski begitu, Komisi Pemilihan Umum Armenia tetap mengizinkan partai tersebut mengikuti pemilu. Parlemen Armenia memiliki sedikitnya 101 kursi yang diperebutkan untuk masa jabatan lima tahun.

Partai politik harus meraih minimal 4 persen suara untuk memperoleh kursi parlemen. Sementara itu, koalisi yang terdiri dari tiga partai atau lebih harus mendapatkan sedikitnya 8 persen suara.

Sebanyak 17 partai dan dua blok politik ikut bersaing dalam pemilu kali ini. Mayoritas lembaga survei memperkirakan Pashinyan akan kembali menjadi kekuatan politik terbesar setelah pemungutan suara selesai.

Anggota parlemen dari Civil Contract, Hripsime Grigoryan, mengatakan masyarakat menginginkan Armenia yang damai, mandiri, dan sejahtera. Selain fokus pada Barat, Pashinyan berulang kali menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, Turki, dan Iran.

Trump menyebut Pashinyan sebagai pemimpin yang memperkuat keamanan dan kemakmuran Armenia. Karena itu, dukungan dari Washington menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian dalam pemilu tahun ini.