Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Buronan Internasional usai Didakwa Rusia

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 29 Jul 2026, 16:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Dinas Keamanan Federal Rusia atau FSB mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov. Permintaan tersebut telah diajukan kepada Interpol pada Rabu, 29 Juli 2026.

Langkah itu diambil setelah FSB mendakwa Durov atas dugaan memfasilitasi aktivitas terorisme melalui platform Telegram. Otoritas Rusia menilai aplikasi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas yang melanggar hukum.

Dalam keterangannya, FSB menyebut Telegram diduga gagal menghapus konten yang menurut mereka dimanfaatkan badan intelijen Ukraina serta kelompok teroris dan ekstremis.

Konten tersebut disebut digunakan untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan aksi sabotase, terorisme, pembunuhan massal, hingga operasi penipuan siber di wilayah Federasi Rusia.

Tak lama setelah kabar itu mencuat, akun resmi Telegram di platform X mengunggah gambar Pavel Durov dengan gestur mengacungkan jari tengah. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet.

Hingga kini, Durov maupun pihak Telegram belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan oleh pemerintah Rusia.

Pavel Durov merupakan kelahiran Rusia yang telah lama menetap di luar negeri. Ia juga diketahui memiliki kewarganegaraan Prancis dan Uni Emirat Arab.

Hubungan Durov dengan pemerintah Rusia telah lama diwarnai ketegangan. Moskow selama beberapa tahun terakhir memperketat pengawasan terhadap internet dan berbagai layanan digital.

Telegram sendiri menjadi salah satu aplikasi pesan instan terbesar di dunia. Platform tersebut digunakan oleh jutaan pengguna, termasuk komunitas sipil, organisasi, hingga berbagai kelompok yang menjadi perhatian otoritas keamanan di sejumlah negara.