JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mencatat penerimaan negara sebesar Rp172,7 triliun pada Januari 2026. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari pajak yang mencapai Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,7% secara tahunan (year on year/YoY).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak pada awal tahun ini tergolong solid. Secara bruto, pertumbuhan tercatat 7%, sementara secara netto melonjak 30,7%.
Ia menjelaskan, pengelolaan restitusi pajak yang sebelumnya menjadi faktor penekan penerimaan kini dilakukan lebih hati-hati sehingga tidak lagi menggerus penerimaan seperti tahun lalu.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan, lonjakan penerimaan terutama didorong oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM yang mencapai Rp45,3 triliun atau tumbuh 83,9% secara netto.
Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan tercatat Rp5,7 triliun atau naik 37%. Sementara PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mencapai Rp13,1 triliun, meski terkoreksi 20,4%. Untuk PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 terkumpul Rp26 triliun atau turun 11%, sedangkan kategori pajak lainnya melonjak signifikan menjadi Rp16,1 triliun atau tumbuh 685,8%.
Menurut Suahasil, tingginya realisasi PPN menunjukkan aktivitas ekonomi dan transaksi domestik masih berjalan kuat pada awal tahun.
Kinerja penerimaan pajak ini menjadi penopang utama APBN Januari 2026, di tengah dinamika fiskal yang masih menghadapi tantangan global dan domestik.