Jamkrindo

Penguatan Modal Bank Digital Menunjukkan Tren Positif

Oleh Saeful Imam pada 10 Jun 2024, 11:00 WIB

JAKARTA, COBISNIS.COM - Beberapa bank digital menunjukkan peningkatan signifikan dalam modal inti dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR).

PT Bank Jago Tbk (ARTO) menonjol sebagai bank digital dengan modal paling kuat. Pada Maret 2024, Bank Jago mencatat modal inti sebesar Rp 6,84 triliun, meskipun menurun dari Rp 7,27 triliun pada Maret 2023. Rasio CAR Bank Jago pada Maret 2024 tercatat 55,02%, turun dari 78,82% pada Maret 2023.

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) juga menunjukkan modal yang kuat, mencapai Rp 6,82 triliun pada Maret 2024, meningkat dari Rp 6,49 triliun pada Maret 2023. Rasio CAR Allo Bank meningkat menjadi 88,24% pada Maret 2024, naik dari 82,24% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Bank Jasa Jakarta (Bank Saqu) berada di posisi ketiga dengan modal inti sebesar Rp 6,58 triliun pada Maret 2024, naik dari Rp 6,07 triliun pada Maret 2023. Namun, rasio CAR Bank Saqu menurun dari 197,51% pada Maret 2023 menjadi 143,30% pada Maret 2024.

Direktur Kepatuhan Bank Jago, Tjit Siat Fun, menjelaskan bahwa rasio kecukupan modal yang mencapai 55% menunjukkan kuatnya permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis. Ia menyatakan bahwa Bank Jago belum berencana menambah permodalan karena masih cukup kuat untuk mendukung penyaluran kredit.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Bank Jago memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun 2023 karena laba bersih difokuskan untuk kegiatan usaha. Afun juga menambahkan bahwa fokus Bank Jago adalah berinovasi dengan mengembangkan Jago App dan mengenalkan fitur-fitur baru untuk segmen ritel, UMKM, dan mass market.

Presiden Direktur Allo Bank, Indra Utoyo, menegaskan bahwa ekuitas yang kuat mendukung aspirasi pertumbuhan bank saat ini dan di masa depan. Pada tahun 2024, Allo Bank belum merencanakan penambahan modal melalui aksi korporasi, tetapi melalui pertumbuhan ekuitas organik dari laba yang diperoleh.

PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mencatat modal inti sebesar Rp 4,02 triliun per Maret 2024, meningkat dari Rp 3,95 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati, menyatakan bahwa BCA Digital fokus pada penguatan fundamental dan peningkatan kinerja keuangan. Meskipun rasio CAR BCA Digital turun dari 97,74% pada Maret 2023 menjadi 65,4% pada Maret 2024, rasio tersebut masih lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku.

PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatat modal inti sebesar Rp 3,28 triliun per Maret 2024, meningkat dari Rp 3,16 triliun pada Maret 2023. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menjelaskan bahwa kondisi permodalan yang sehat memungkinkan Amar Bank untuk melayani masyarakat lebih luas. Amar Bank menjadi bank digital pertama yang membagikan dividen tunai sebesar Rp 55 miliar, dengan Dividend Payout Ratio sebesar 31% dari laba bersih 2023 sebesar Rp 177,9 miliar. Amar Bank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 2,74 triliun sepanjang kuartal pertama 2024, dengan 52% ditujukan kepada UMKM. Rasio CAR Amar Bank menurun dari 125,41% pada Maret 2023 menjadi 119,22% pada Maret 2024, mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan baik dan sehat.

Dengan modal yang kuat, bank-bank digital ini optimis dapat meningkatkan penyaluran kredit secara prudent tahun ini.