JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kini berubah menjadi konflik terbuka memunculkan ketidakpastian besar jelang dimulainya Piala Dunia FIFA 2026. Turnamen yang akan digelar sekitar 100 hari lagi di Amerika Utara itu kembali menjadi sorotan, terutama terkait kemungkinan partisipasi tim nasional Iran, mengingat negara tersebut kini berada dalam situasi perang dengan salah satu tuan rumah.
Presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, secara terbuka meragukan keikutsertaan timnya. Dalam pernyataannya kepada portal olahraga Varzesh3 yang dikutip Associated Press, ia menyebut bahwa setelah serangan yang terjadi, sulit bagi Iran untuk menatap Piala Dunia dengan penuh harapan. Situasi semakin rumit setelah laporan mengenai tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kekosongan kekuasaan dan proses suksesi yang belum jelas arahnya, termasuk terkait keputusan apakah Iran akan memboikot turnamen atau tetap berpartisipasi.
Dari sisi penyelenggara, FIFA melalui sekretaris jenderalnya, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan situasi global. Ia menegaskan fokus utama FIFA adalah memastikan turnamen berjalan aman dan seluruh tim dapat berpartisipasi. Sebelumnya, dalam undian resmi yang digelar di Washington, seluruh negara peserta termasuk Iran tetap hadir, meski diwarnai ketegangan diplomatik.
Sebenarnya, bahkan sebelum konflik terbaru pecah, hubungan Iran dan AS sudah memanas. Pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan pembatasan perjalanan yang membuat banyak pendukung Iran tidak bisa masuk ke wilayah AS untuk menyaksikan laga di California dan Seattle. Walau atlet dan pelatih mendapat pengecualian, delegasi Iran sempat terancam memboikot acara undian karena persoalan visa. Pada akhirnya, delegasi kecil tetap hadir dan Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Mesir, dan Belgia.
Dampak konflik juga sudah terasa di dunia olahraga kawasan Timur Tengah. Federasi sepak bola Qatar atau Qatar Football Association menunda seluruh kompetisi domestik menyusul meningkatnya serangan udara di Doha. Selain itu, pembatasan penerbangan turut mengganggu mobilitas tim yang akan berlaga di seri pembuka Formula 1 musim baru di Melbourne. Dengan situasi yang terus berkembang, masa depan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 masih diliputi tanda tanya besar.