Perkuat Struktur Keuangan, Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Produktif dan Dukung Program Nasional

Oleh Dwi Natasya pada 14 Feb 2026, 10:24 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah melalui penguatan struktur keuangan yang kokoh guna menopang ekspansi bisnis berkelanjutan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Sepanjang 2025, strategi optimalisasi keuangan tersebut menjadi landasan dalam menjaga pertumbuhan intermediasi yang sehat serta memperkuat kontribusi terhadap ekonomi inklusif dan berbasis kerakyatan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.

Ekspansi pembiayaan diarahkan secara konsisten ke sektor produktif guna memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Kredit UMKM tercatat tumbuh 4,88 persen YoY sepanjang 2025, mencerminkan komitmen perseroan dalam memperluas akses pembiayaan berkelanjutan. Hingga akhir tahun, lebih dari 1,3 juta pelaku UMKM telah mendapatkan dukungan melalui penguatan ekosistem finansial yang terintegrasi.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan pertumbuhan kredit yang solid menunjukkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.

“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur dengan fokus pada sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Strategi ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset,” ujar Riduan di Jakarta, Kamis (12/2).

Dari sisi pendanaan, kinerja kredit ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun atau naik 23,9 persen YoY. Sementara dana murah (CASA) meningkat 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun, menjaga struktur likuiditas tetap solid dan mendukung ekspansi berkelanjutan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah, sepanjang 2025 Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dukungan terhadap agenda sosial dan ketahanan pangan juga diwujudkan melalui pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, perseroan memperluas penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan pembukaan lebih dari 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma, sejalan dengan Program 3 Juta Rumah.

Komitmen sosial turut tercermin dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui lebih dari 1.174 kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk bantuan bagi wilayah terdampak bencana.

Dari sisi kontribusi kepada negara, dalam 25 tahun terakhir Bank Mandiri telah menyalurkan dividen sebesar Rp225 triliun. Pada 2025, dividen meningkat signifikan menjadi Rp52,5 triliun, yang terdiri dari Rp43,5 triliun atas porsi laba 2024 dan Rp9 triliun dividen interim atas laba 2025 yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.

Selain itu, setoran pajak kumulatif sejak 2000 hingga 2025 mencapai Rp277 triliun. Pada tahun lalu saja, perseroan membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun, menunjukkan peran sistemiknya dalam memperkuat fondasi fiskal nasional.

“Bagi kami, mendukung program prioritas pemerintah bukan sekadar pencapaian bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai mitra strategis negara. Melalui pembiayaan yang terukur dan penguatan ekosistem usaha, kami ingin memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas,” tutup Riduan.