Perry Warjiyo Mundur dari BI, Bank Indonesia Pastikan Rupiah Tetap Stabil

Oleh Desti Dwi Natasya pada 27 Jul 2026, 10:38 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian publik dan pelaku pasar pada Senin (27/7/2026). Menanggapi perkembangan tersebut, BI memastikan seluruh kebijakan moneter serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tetap berjalan normal.

Bank sentral menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Seluruh instrumen kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dipastikan tetap dijalankan sesuai mandat Bank Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan koordinasi internal terus dilakukan agar kepercayaan pasar tetap terjaga. “Bank Indonesia memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga serta seluruh kebijakan berjalan secara konsisten,” ujar Destry.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga memastikan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

Bank Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas sektor keuangan. Kondisi inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, serta koordinasi kebijakan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor.

Pengunduran diri Perry Warjiyo memicu perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan bank sentral ke depan. Namun BI menegaskan seluruh kebijakan yang telah ditetapkan akan tetap dilaksanakan secara konsisten sesuai kerangka yang berlaku.

Bank sentral juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang menyikapi perkembangan tersebut. BI menegaskan operasional lembaga tetap berjalan normal sehingga aktivitas sistem pembayaran maupun layanan kepada masyarakat tidak mengalami perubahan.

Ke depan, Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik guna menjaga stabilitas makroekonomi nasional. BI juga memastikan akan terus mengambil langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga nilai tukar rupiah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.