Perut Buncit Sulit Hilang? Tiga Sayuran Ini Bisa Membantu Mengurangi Lemak Visceral

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Jul 2026, 09:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Penumpukan lemak di area perut bukan hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga perlemakan hati. Karena itu, mengurangi lemak perut tidak cukup hanya mengandalkan olahraga, tetapi juga perlu dibarengi pola makan yang lebih sehat.

Sejumlah kebiasaan sehari-hari diketahui dapat memicu penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ-organ dalam di rongga perut. Kebiasaan tersebut meliputi minim aktivitas fisik, terlalu sering mengonsumsi makanan ultraolahan, kurang tidur, serta stres yang berlangsung dalam waktu lama.

Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh membakar lebih sedikit energi dan menurunkan sensitivitas insulin. Akibatnya, tubuh cenderung menyimpan lemak di sekitar organ dalam dibandingkan di bawah kulit.

Di sisi lain, makanan ultraolahan yang kaya gula tambahan, karbohidrat olahan, dan lemak jenuh juga memudahkan tubuh menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak visceral. Sementara kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur rasa lapar serta meningkatkan hormon kortisol yang berkaitan dengan penumpukan lemak di area perut.

Stres berkepanjangan juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perut buncit. Kondisi ini memicu peningkatan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan dan mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

Selain mengurangi kebiasaan tersebut, memperbanyak konsumsi sayuran hijau dapat membantu mendukung program penurunan berat badan. Sayuran hijau umumnya rendah kalori, tetapi kaya serat dan air sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Berikut tiga jenis sayuran yang dapat menjadi pilihan:

Bayam mengandung serat, vitamin, antioksidan, serta asam lemak omega-3 nabati yang membantu mengurangi peradangan dan mendukung pengelolaan berat badan.

Brokoli kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan yang berperan menjaga kesehatan metabolisme, saluran pencernaan, serta jantung. Kandungan seratnya juga membantu memperpanjang rasa kenyang sehingga dapat mengurangi asupan kalori.

Kale merupakan sayuran bernutrisi tinggi yang mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan tersebut diyakini membantu melawan peradangan kronis yang berkaitan dengan penumpukan lemak visceral sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Meski demikian, mengonsumsi ketiga sayuran tersebut sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan mengelola stres agar hasilnya lebih optimal.