Petani Tebu Tolak Impor Gula dan Desak Kenaikan HPP Hingga Rp 16.875 per Kg

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 31 Jul 2026, 15:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak pemerintah segera menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula petani menjadi Rp 16.875 per kilogram. Usulan tersebut muncul di tengah turunnya harga lelang gula, meningkatnya biaya produksi, serta penurunan hasil panen akibat kekeringan.

Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan HPP gula belum mengalami penyesuaian sejak musim giling 2024. Sementara itu, biaya pupuk, tenaga kerja, sewa lahan, dan transportasi terus meningkat.

Menurut APTRI, HPP baru diperlukan agar usaha budidaya tebu tetap menguntungkan bagi petani. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk mendukung target swasembada gula nasional.

Selain meminta kenaikan HPP, APTRI kembali mendesak pemerintah menghapus Harga Acuan Penjualan atau Harga Eceran Tertinggi gula. Kebijakan tersebut dinilai membatasi harga gula petani sehingga tidak mengikuti mekanisme pasar.

Sekretaris Jenderal DPN APTRI M. Nur Khabsyin mengatakan harga lelang gula terus melemah sejak awal musim giling. Dari sekitar Rp 16.000 per kilogram pada Mei 2026, kini turun menjadi sekitar Rp 15.300 per kilogram, bahkan di beberapa daerah hanya Rp 15.200 per kilogram.

Petani juga mengeluhkan rendemen tebu yang dinilai masih rendah. Padahal kondisi tanaman dan cuaca kemarau seharusnya mampu menghasilkan rendemen sekitar 7,5 hingga 8 persen.

Di sisi lain, produksi tebu diperkirakan turun 10 hingga 15 persen akibat dampak El Nino dan kekeringan. Kondisi tersebut membuat pendapatan petani semakin tertekan sepanjang musim giling tahun ini.

APTRI mengungkap telah tiga kali mengirim surat kepada Badan Pangan Nasional dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk meminta penyesuaian HPP. Hasil kajian bersama pemerintah dan akademisi bahkan menyebut HPP layak berada minimal di angka Rp 15.500 per kilogram.

Selain itu, APTRI menolak rencana impor 150 ribu ton raw sugar untuk gula konsumsi. Organisasi tersebut menilai produksi gula nasional tahun ini diproyeksikan meningkat hingga mendekati 2,9 juta ton sehingga kebutuhan dalam negeri dinilai masih dapat dipenuhi.

APTRI memperingatkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana apabila tuntutan kenaikan HPP gula tidak segera dipenuhi. Petani berharap pemerintah segera mengambil keputusan sebelum musim giling berakhir.