Petinggi Blue Bird Jual 52,56 Juta Saham BIRD, Ada Apa?

Oleh Desti Dwi Natasya pada 20 Jul 2026, 14:02 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisaris PT Blue Bird Tbk (BIRD), Sri Adriyani Lestari, melakukan penjualan sebanyak 52,56 juta lembar saham perseroan. Transaksi tersebut dilakukan pada 15 Juni 2026 dengan nilai sekitar Rp78,31 miliar berdasarkan harga pelaksanaan Rp1.490 per saham. 

Aksi divestasi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena melibatkan salah satu petinggi sekaligus anggota keluarga pendiri Blue Bird. Meski demikian, transaksi tersebut telah dilaporkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Setelah transaksi selesai, kepemilikan Sri Adriyani di Blue Bird berkurang dari 62,56 juta lembar saham atau sekitar 2,50 persen menjadi 10 juta lembar saham atau sekitar 0,40 persen. Penjualan tersebut dilakukan dengan status kepemilikan langsung. 

Dalam keterbukaan informasi, tujuan transaksi disebutkan untuk kepentingan investasi. Tidak terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai alasan spesifik di balik pelepasan saham tersebut. 

Di sisi lain, transaksi ini tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan secara signifikan. Saham yang dilepas diketahui ditampung oleh salah satu pendiri Blue Bird, Purnomo Prawiro, sehingga kepemilikan di lingkungan pengendali tetap terjaga. 

Purnomo Prawiro membeli seluruh 52,56 juta saham tersebut dengan nilai transaksi yang sama, yakni sekitar Rp78,31 miliar. Setelah pembelian, porsi kepemilikannya meningkat dari sekitar 12,08 persen menjadi 14,18 persen. 

Aksi jual beli saham oleh pihak internal perusahaan kerap menjadi perhatian investor karena dapat memberikan sinyal tertentu terhadap prospek emiten. Namun, dalam kasus ini tidak ada indikasi perubahan strategi bisnis maupun operasional Blue Bird yang diumumkan bersamaan dengan transaksi tersebut. 

Pada perdagangan terbaru, saham BIRD tetap bergerak stabil di tengah kabar transaksi tersebut. Investor masih menantikan perkembangan kinerja perusahaan serta langkah strategis Blue Bird dalam mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.