JAKARTA, Cobisnis.com – Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk mendukung kebutuhan petani selama musim tanam 2026.
Langkah tersebut dilakukan di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan terus menjaga keberlanjutan produksi pupuk nasional.
Menurutnya, optimalisasi fasilitas produksi dan distribusi menjadi strategi utama menjaga pasokan pupuk tetap aman.
Petrokimia Gresik juga memperkuat antisipasi terhadap potensi gangguan logistik internasional yang berdampak pada industri pupuk.
Perusahaan melakukan diversifikasi negara pemasok phosphate rock, potash, dan sulphur untuk menjaga ketersediaan bahan baku.
Selain itu, pengamanan stok bahan baku dilakukan untuk kebutuhan produksi enam hingga dua belas bulan ke depan.
Per 10 Mei 2026, stok pupuk bersubsidi terdiri dari Urea, NPK Phonska, Petroganik, ZA, dan SP-36 yang tersedia di jaringan distribusi Pupuk Indonesia.
Pemerintah juga melakukan penyederhanaan regulasi pupuk bersubsidi melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025.
Petrokimia Gresik memastikan pengawasan ketat terhadap penerapan HET pupuk bersubsidi dan mengimbau petani menebus pupuk melalui kios resmi agar terhindar dari produk palsu.