JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen pertama yang menerapkan teknologi offside semiotomatis secara penuh. FIFA menghadirkan sistem ini untuk membantu wasit mengambil keputusan lebih cepat dan akurat.
Teknologi tersebut mengandalkan 12 kamera khusus. Sistem ini memantau pergerakan pemain secara real-time dan merekam puluhan gambar setiap detik.
Karena itu, proses pengecekan offside dapat berlangsung lebih singkat. Pertandingan pun tidak terlalu lama terhenti saat terjadi peninjauan.
Namun, teknologi tersebut tidak menggantikan peran wasit di lapangan. Wasit dan asisten wasit tetap menjadi penentu akhir dalam setiap keputusan.
Salah satu ofisial Piala Dunia 2026, Michael Barwegan, menegaskan bahwa sistem ini hanya berfungsi sebagai alat bantu. Menurutnya, teknologi tersebut meningkatkan akurasi tanpa menghilangkan peran manusia.
Selain itu, sistem mampu melacak sejumlah titik pada tubuh setiap pemain. Kemampuan itu membantu perangkat pertandingan menentukan posisi secara lebih presisi.
Meski begitu, Barwegan mengingatkan bahwa teknologi tidak selalu sempurna. Karena itu, pengawasan langsung dari wasit tetap dibutuhkan.
Saat pertandingan berlangsung, sistem akan menganalisis posisi penyerang dan bek terakhir ketika umpan dilepaskan. Jika mendeteksi offside yang jelas, sistem segera mengirim peringatan suara ke perangkat komunikasi asisten wasit.
Dengan dukungan teknologi dan pengalaman perangkat pertandingan, FIFA berharap kualitas pengambilan keputusan semakin meningkat. Sementara itu, integritas dan kelancaran pertandingan tetap menjadi prioritas utama.