Quartararo Kecewa, Yamaha Tertinggal 30 Detik, Bos Tim Akui Proses V4 Lebih Rumit dari Ekspektasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 03 May 2026, 11:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Yamaha mengakui transisi ke mesin V4 di MotoGP 2026 berjalan lebih berat dari perkiraan. Bos tim Massimo Meregalli menyebut ada jalur pengembangan yang tidak sepenuhnya terprediksi sejak awal.

Musim 2026 jadi kali pertama Yamaha meninggalkan konfigurasi inline-four yang sudah lama mereka pakai. Langkah ini diambil agar bisa kembali bersaing di papan atas.

Hasilnya belum seperti yang diharapkan. Yamaha baru kumpulkan 14 poin dari empat seri pembuka, jauh turun dibanding 42 poin pada periode sama musim lalu.

Meregalli mengakui prosesnya lebih berat dari dugaan. Tim menemui hambatan pengembangan yang memperlambat progres, meski sejak awal sudah sadar perjalanan ini tidak mudah.

Kekecewaan paling terlihat dari Quartararo. Di GP Spanyol, ia finis dengan selisih 30 detik dari pimpinan lomba dan terang-terangan menyoroti minimnya progres motor V4 Yamaha.

Quartararo dipastikan hengkang ke Honda musim depan. Yamaha sudah amankan Jorge Martin dan Ai Ogura untuk musim 2027.

Meregalli menegaskan suasana internal tim tetap positif. Setiap komponen baru yang datang disebut jadi dorongan tambahan bagi tim untuk terus bekerja keras.

Yamaha memang sudah prediksi paruh pertama akan berat. Meregalli menyebut kondisi ini masih sesuai ekspektasi awal, dan tim yakin hasil bisa mulai berbeda di paruh kedua 2026.

Tekanan makin nyata, pesaing sudah lebih matang dengan V4 mereka. Yamaha kini berpacu dengan waktu sebelum musim berjalan terlalu jauh.

Perubahan mesin sebesar ini memang tidak pernah instan. Yamaha masih punya waktu, tapi jendela untuk membalik keadaan semakin sempit.