Ramai Isu Krisis Seperti 1998, Wamenkeu Jawab dengan Deretan Angka yang Solid

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 May 2026, 12:22 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung membantah narasi yang menyebut ekonomi Indonesia menuju krisis seperti 1997–1998. Ia menegaskan kondisi makroekonomi saat ini masih stabil dan jauh dari tanda-tanda krisis.

Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026). Ia merespons kekhawatiran yang beredar di media dan media sosial.

Juda menilai sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan kondisi yang solid. Ia menyebut data makro saat ini tidak mengarah pada skenario krisis.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat 5,61 persen. Sementara inflasi April 2026 berada di level 2,42 persen dan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen.

Dari sisi fiskal, pendapatan negara hingga April 2026 mencapai Rp 918 triliun atau tumbuh 13,3 persen. Defisit APBN juga masih terkendali di level 0,64 persen terhadap PDB.

Juda juga menyoroti tiga sumber utama pemicu krisis ekonomi yang tidak terlihat saat ini. Ketiganya adalah krisis fiskal, ketidakseimbangan neraca pembayaran, dan krisis sistem keuangan.

Ia menegaskan fondasi ekonomi Indonesia saat ini berbeda jauh dibanding periode menjelang krisis 1998. Menurutnya, data yang ada tidak mendukung narasi bahwa ekonomi sedang menuju krisis.