JAKARTA, Cobisnis.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang bagi pekerja dan pengusaha untuk meningkatkan produktivitas hingga pendapatan. Namun, manfaat tersebut bergantung pada kemampuan seseorang menggunakan AI secara tepat, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.
Raymond Chin membahas hal ini bersama Leon Hartono dalam video bertema Cara Pekerja & Pengusaha Naik Income 2X Dengan AI. Keduanya menyoroti perubahan dunia kerja, risiko ketertinggalan bagi orang yang tidak menguasai AI, serta cara memanfaatkannya untuk mendukung pekerjaan dan bisnis.Menurut Raymond, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas secara signifikan jika digunakan untuk tujuan yang jelas. Sebaliknya, orang yang tidak memahami cara memanfaatkannya berisiko kalah bersaing dengan pekerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan lebih efektif menggunakan teknologi tersebut.
Raymond juga mengingatkan risiko penggunaan AI yang berlebihan hingga menggantikan proses berpikir manusia. Ia menilai teknologi seharusnya membantu memperkuat kemampuan berpikir, bukan membuat penggunanya kehilangan kebiasaan menganalisis dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
“Do not offload your thinking to AI. Itu beneran bakal bikin lu goblok,” ujar Raymond Chin, dikutip dari kanal YouTube Leon Hartono, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, penggunaan AI perlu dimulai dari tujuan yang ingin dicapai. Pekerja harus memahami bagian pekerjaan yang memakan waktu atau menghambat produktivitas, sedangkan pengusaha perlu mengidentifikasi proses bisnis yang bisa ditingkatkan melalui otomatisasi.
Raymond menjelaskan bahwa kemampuan memberikan instruksi atau prompting juga menjadi faktor penting. Semakin jelas konteks, kebutuhan, dan tujuan yang diberikan kepada AI, semakin besar peluang pengguna memperoleh hasil yang sesuai dengan pekerjaannya.
Ia mencontohkan penggunaan AI untuk membantu membuat naskah, presentasi, analisis, hingga mengembangkan aplikasi. Meski demikian, pengguna tetap perlu memahami hasil yang dihasilkan dan memastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan kebutuhan serta standar kualitas.
Dalam pembahasan mengenai dunia kerja, Raymond membedakan kemampuan menulis kode dengan kemampuan rekayasa perangkat lunak secara menyeluruh. Menurutnya, AI dapat mengambil alih sebagian pekerjaan teknis, tetapi perencanaan, pemahaman kebutuhan, pengujian, dan pengendalian kualitas tetap menjadi aspek penting.
Raymond juga menyoroti peluang bagi pekerja yang mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses kerja. Kemampuan membangun sistem otomatisasi justru dapat meningkatkan nilai seseorang karena ia tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga mampu membuat pekerjaan berjalan lebih efisien.
Bagi pengusaha, penggunaan AI perlu diarahkan pada kebutuhan bisnis yang konkret, seperti mempercepat produksi konten, meningkatkan efektivitas pemasaran, dan mengoptimalkan operasional. Raymond menekankan bahwa kemampuan mendistribusikan dan menjual produk juga tetap penting, karena teknologi yang memudahkan produksi tidak otomatis menjamin produk tersebut berhasil di pasar.
Pada akhirnya, peningkatan pendapatan melalui AI tidak hanya bergantung pada penguasaan alat tertentu. Kemampuan berpikir kritis, menentukan tujuan, menyusun instruksi yang tepat, dan mengevaluasi hasil menjadi bekal penting agar teknologi benar-benar memberikan nilai tambah bagi pekerja maupun pengusaha.