Rekor Pendapatan Tidak Selamatkan 4.000 Karyawan Cisco dari PHK, Ini Alasan di Baliknya

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 May 2026, 12:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Cisco mencatat pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan, mencapai 15,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp278 triliun pada kuartal III fiskal 2026. Angka itu naik 12 persen dibanding tahun lalu.

Di tengah kenaikan pendapatan tersebut, CEO Chuck Robbins mengumumkan perusahaan akan melakukan PHK terhadap hampir 4.000 karyawan atau kurang dari 5 persen tenaga kerja global Cisco.

Sebagian besar pemberitahuan PHK mulai dikirim pada 14 Mei 2026. Prosesnya dilakukan bertahap di berbagai negara sesuai aturan ketenagakerjaan masing-masing.

Cisco menegaskan keputusan ini bukan karena kondisi keuangan memburuk. Restrukturisasi dilakukan untuk mempercepat investasi perusahaan di bidang AI, silikon, dan optik jaringan.

CFO Mark Patterson menyebut langkah tersebut sebagai penyesuaian sumber daya agar perusahaan bisa bergerak lebih cepat mengikuti perkembangan industri AI.

Sepanjang tahun fiskal berjalan, penjualan infrastruktur AI Cisco ke perusahaan hyperscaler sudah mencapai 5,3 miliar dollar AS. Proyeksi pesanan AI juga dinaikkan dari 5 miliar menjadi 9 miliar dollar AS.

Karyawan terdampak tetap akan menerima bonus fiskal 2026 secara proporsional, layanan penempatan kerja, serta akses pelatihan di Cisco U. Sebelumnya, Cisco juga sudah dua kali melakukan PHK besar pada 2024 dengan alasan fokus ke AI dan keamanan siber.