JAKARTA, Cobisnis.com – Profesi sopir taksi konvensional di Las Vegas, Amerika Serikat, menghadapi perubahan besar setelah otoritas Nevada memberikan izin operasi bagi ribuan kendaraan tanpa pengemudi.
Izin tersebut memungkinkan Tesla, Uber, dan Waymo mengerahkan hingga 8.000 kendaraan otonom di Clark County selama 12 bulan ke depan.
Melansir TechCrunch, Jumat (21/08/2026), Tesla memperoleh alokasi terbesar dengan izin hingga 5.000 robotaxi, sedangkan Waymo dan Uber masing-masing mendapat sekitar 1.000 unit.
Uber akan mengoperasikan layanan tersebut melalui kemitraan dengan Motional, anak perusahaan Hyundai, serta Zoox yang juga telah memperoleh izin untuk mengerahkan 100 kendaraan.
Namun, jumlah kendaraan yang diizinkan belum tentu langsung terealisasi dalam skala penuh.
Tesla memperkirakan hanya mampu menyediakan sekitar 2.500 unit dalam satu tahun mendatang.
“Kami tidak berada dalam posisi untuk mengerahkan 5.000 kendaraan sekaligus pada tahun depan, dan itu bukan disebabkan oleh masalah teknologinya,” ujar Kepala Insinyur Cybercab Tesla, Eric Early, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (21/08/2026).
“Kami akan sangat puas jika bisa mencapai 2.500 unit, atau mungkin sedikit lebih tinggi dalam kurun waktu satu tahun ke depan,” tambahnya.
Kehadiran robotaxi diperkirakan turut mengubah kondisi ketenagakerjaan di Las Vegas karena berpotensi mengurangi kebutuhan terhadap sopir taksi konvensional.
Di sisi lain, perkembangan kendaraan otonom dapat membuka lapangan kerja baru yang berkaitan dengan pemeliharaan kendaraan.
Rencana tersebut mendapat penolakan dari Asosiasi Operator Angkutan Umum dan sejumlah perusahaan taksi lokal yang menilai izin diberikan terlalu terburu-buru.
Pengacara asosiasi, Maxson-Rushton, menyebut terdapat kekhawatiran mengenai kejenuhan industri transportasi komersial dan potensi kemacetan di jalan raya.
Kekhawatiran tersebut terutama menyasar kawasan Segitiga Emas yang selama ini menjadi salah satu lokasi pengujian kendaraan otonom.