Rp 1.896 Triliun Disiapkan! Ini Rencana Besar Pemerintah Prabowo di 2027

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Jun 2026, 21:17 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menargetkan belanja negara tahun 2027 berada pada kisaran 13,62%–14,80% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Target tersebut tercantum dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pendahuluan RAPBN 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa postur fiskal tersebut telah memperhitungkan kebutuhan pendanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang diperkirakan mencapai Rp 1.720 triliun hingga Rp 1.896 triliun.

Belanja PKPN akan dialokasikan melalui:

Belanja pemerintah pusat

Transfer ke daerah dan dana desa

Pembiayaan anggaran

Pemerintah juga menyatakan akan terus meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi dan refocusing agar anggaran lebih produktif dan tepat sasaran.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, terdapat 60 program prioritas yang dikelompokkan ke dalam 8 klaster, yang saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.

1. Kedaulatan Pangan

5.000 Kampung Nelayan Merah Putih

4.582 kapal ikan modern

40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik

Revitalisasi 14.090 ha tambak nila salin di Pantura

Replikasi 2.000 ha tambak udang terintegrasi

2.000 ha sentra industri garam nasional

Pengembangan kawasan pangan terintegrasi

Pengembangan perkebunan (sawit, tebu, kakao, kelapa, kopi, jambu mete, rempah-rempah)

Peningkatan produksi daging, susu, dan telur

2. Kemandirian Energi dan Air

Mandatori Biodiesel B50

Mandatori Bioetanol E20

PLTS 100 GW

Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)

Konversi 6 juta motor BBM menjadi motor listrik

Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 juta rumah

Peningkatan lifting minyak dan gas bumi

10 green modular refinery skala kecil dan 6 fasilitas penyimpanan

Eksplorasi 10 blok migas baru

Elektrifikasi 10.000 desa

Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL)

PLTA skala besar terintegrasi

Kompor listrik untuk 2–5 juta rumah tangga

Optimalisasi 45.000 sumur minyak masyarakat

Optimalisasi produksi dari 13.824 sumur tua

Program swasembada air

3. Pendidikan

Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah

Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah/madrasah

Bantuan perlengkapan sekolah

500 sekolah nasional terintegrasi

Studio guru

Digitalisasi pendidikan dengan 2 juta papan interaktif digital

20 Sekolah Garuda baru

80 Sekolah Garuda Transformasi

500 Sekolah Rakyat

10 universitas baru berbasis STEMM (Medical University)

500.000 lulusan SMK go global

Akademi olahraga nasional dan pusat pelatihan nasional

Peningkatan kesejahteraan guru dan transfer langsung tunjangan

Perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas

4. Kesehatan

MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita

Upgrade 66 rumah sakit

Pemeriksaan kesehatan gratis

Penuntasan tuberkulosis (TBC)

5. Hilirisasi dan Industrialisasi

Hilirisasi industri strategis (18 proyek)

Mobil nasional

Motor nasional

Ekosistem industri kedirgantaraan

Pengembangan industri semikonduktor

6. Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana

Giant Sea Wall

Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera

Gerakan ASRI (Gentengisasi, Pengendalian Sampah, Penghijauan)

Program 3 juta rumah:

1 juta rumah baru

2 juta renovasi rumah

Pengembangan jaringan kereta api nasional

7. Ekonomi Kerakyatan dan Desa

80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Percepatan pembangunan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)

8. Penurunan Kemiskinan

PRO-KESRA Bantuan Sosial Terintegrasi

PRO-KESRA bagi 10 juta penduduk yang berusaha dan bekerja

Total kebutuhan dana PKPN 2027: Rp 1.720–1.896 triliun.

Jumlah program: 60 program prioritas.

Fokus utama: pangan, energi, pendidikan, kesehatan, industrialisasi, infrastruktur, ekonomi desa, dan pengentasan kemiskinan.

Beberapa proyek besar yang paling menonjol adalah:

Giant Sea Wall

Mobil Nasional

Motor Nasional

PLTS 100 GW

Elektrifikasi 10.000 desa

Program 3 juta rumah

Makan Bergizi Gratis (MBG)

80.000 Koperasi Merah Putih

Pengembangan industri semikonduktor.