JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menargetkan belanja negara tahun 2027 berada pada kisaran 13,62%–14,80% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Target tersebut tercantum dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pendahuluan RAPBN 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa postur fiskal tersebut telah memperhitungkan kebutuhan pendanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang diperkirakan mencapai Rp 1.720 triliun hingga Rp 1.896 triliun.
Belanja PKPN akan dialokasikan melalui:
Belanja pemerintah pusat
Transfer ke daerah dan dana desa
Pembiayaan anggaran
Pemerintah juga menyatakan akan terus meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi dan refocusing agar anggaran lebih produktif dan tepat sasaran.
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, terdapat 60 program prioritas yang dikelompokkan ke dalam 8 klaster, yang saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.
1. Kedaulatan Pangan
5.000 Kampung Nelayan Merah Putih
4.582 kapal ikan modern
40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik
Revitalisasi 14.090 ha tambak nila salin di Pantura
Replikasi 2.000 ha tambak udang terintegrasi
2.000 ha sentra industri garam nasional
Pengembangan kawasan pangan terintegrasi
Pengembangan perkebunan (sawit, tebu, kakao, kelapa, kopi, jambu mete, rempah-rempah)
Peningkatan produksi daging, susu, dan telur
2. Kemandirian Energi dan Air
Mandatori Biodiesel B50
Mandatori Bioetanol E20
PLTS 100 GW
Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
Konversi 6 juta motor BBM menjadi motor listrik
Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 juta rumah
Peningkatan lifting minyak dan gas bumi
10 green modular refinery skala kecil dan 6 fasilitas penyimpanan
Eksplorasi 10 blok migas baru
Elektrifikasi 10.000 desa
Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL)
PLTA skala besar terintegrasi
Kompor listrik untuk 2–5 juta rumah tangga
Optimalisasi 45.000 sumur minyak masyarakat
Optimalisasi produksi dari 13.824 sumur tua
Program swasembada air
3. Pendidikan
Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah
Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah/madrasah
Bantuan perlengkapan sekolah
500 sekolah nasional terintegrasi
Studio guru
Digitalisasi pendidikan dengan 2 juta papan interaktif digital
20 Sekolah Garuda baru
80 Sekolah Garuda Transformasi
500 Sekolah Rakyat
10 universitas baru berbasis STEMM (Medical University)
500.000 lulusan SMK go global
Akademi olahraga nasional dan pusat pelatihan nasional
Peningkatan kesejahteraan guru dan transfer langsung tunjangan
Perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas
4. Kesehatan
MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita
Upgrade 66 rumah sakit
Pemeriksaan kesehatan gratis
Penuntasan tuberkulosis (TBC)
5. Hilirisasi dan Industrialisasi
Hilirisasi industri strategis (18 proyek)
Mobil nasional
Motor nasional
Ekosistem industri kedirgantaraan
Pengembangan industri semikonduktor
6. Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana
Giant Sea Wall
Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera
Gerakan ASRI (Gentengisasi, Pengendalian Sampah, Penghijauan)
Program 3 juta rumah:
1 juta rumah baru
2 juta renovasi rumah
Pengembangan jaringan kereta api nasional
7. Ekonomi Kerakyatan dan Desa
80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Percepatan pembangunan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
8. Penurunan Kemiskinan
PRO-KESRA Bantuan Sosial Terintegrasi
PRO-KESRA bagi 10 juta penduduk yang berusaha dan bekerja
Total kebutuhan dana PKPN 2027: Rp 1.720–1.896 triliun.
Jumlah program: 60 program prioritas.
Fokus utama: pangan, energi, pendidikan, kesehatan, industrialisasi, infrastruktur, ekonomi desa, dan pengentasan kemiskinan.
Beberapa proyek besar yang paling menonjol adalah:
Giant Sea Wall
Mobil Nasional
Motor Nasional
PLTS 100 GW
Elektrifikasi 10.000 desa
Program 3 juta rumah
Makan Bergizi Gratis (MBG)
80.000 Koperasi Merah Putih
Pengembangan industri semikonduktor.