Rupiah Hari Ini Menguat, Dibuka di Level Rp17.866 per Dolar AS

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 07 Oct 2026, 09:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.866 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026 pagi. Rupiah menguat 33 poin atau 0,18% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS berlangsung bervariasi. Yuan China menguat 0,02%, sementara ringgit Malaysia terapresiasi 0,03%.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru melemah. Peso Filipina turun 0,08%, dolar Singapura melemah 0,07%, yen Jepang turun 0,18%, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,02%.

Dolar Hong Kong menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak datar terhadap dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan kondisi pasar kawasan masih beragam pada perdagangan pagi ini.

Sementara itu, seluruh mata uang utama negara maju tercatat melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,17%, poundsterling Inggris melemah 0,13%, dan dolar Australia terkoreksi 0,06%.

Dolar Kanada juga turun 0,06%, sedangkan franc Swiss melemah 0,14% terhadap dolar AS. Kondisi tersebut turut menjadi latar pergerakan rupiah pada awal perdagangan.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah dibuka datar dengan peluang menguat terbatas. Investor dinilai masih menunggu sejumlah data penting dari dalam dan luar negeri.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas. Investor cenderung wait and see menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini dan risalah pertemuan (minutes) FOMC malam ini," kata Lukman.

Menurut Lukman, indeks dolar AS juga terpantau mengalami koreksi seiring dengan penguatan kembali euro. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung ruang penguatan rupiah pada perdagangan hari ini.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan Rabu. Investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia dan risalah pertemuan FOMC sebagai sentimen penting pasar.