JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp612 miliar di tengah tekanan harga saham yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di pasar modal.
Langkah penerbitan obligasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus menjaga likuiditas di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyampaikan bahwa dana hasil obligasi akan digunakan untuk kebutuhan operasional serta pengelolaan kewajiban keuangan yang jatuh tempo.
Tekanan terhadap saham BUMI sendiri terlihat cukup signifikan, seiring sentimen pasar yang cenderung berhati-hati terhadap sektor tambang dan komoditas global.
Kondisi tersebut membuat saham BUMI mengalami pelemahan beruntun, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel yang terlanjur masuk di harga atas.
Meski begitu, manajemen menilai penerbitan obligasi merupakan langkah rasional untuk menjaga kesinambungan bisnis dan fleksibilitas arus kas perusahaan.
Obligasi senilai Rp612 miliar ini direncanakan diterbitkan dalam satu atau beberapa seri, dengan tenor dan tingkat kupon yang akan disesuaikan dengan kondisi pasar.
BUMI menegaskan bahwa fundamental operasional perusahaan tetap berjalan normal, dengan aktivitas produksi dan penjualan yang masih sesuai target.
Di sisi lain, analis menilai penerbitan surat utang di tengah tekanan saham dapat menjadi sinyal campuran, tergantung pada penggunaan dana dan efektivitas pengelolaannya.
Bagi investor, rencana obligasi ini menjadi faktor penting yang perlu dicermati, terutama terkait dampaknya terhadap struktur utang dan prospek kinerja ke depan.
Pasar kini menanti kejelasan lebih lanjut terkait detail obligasi serta respons pergerakan saham BUMI dalam beberapa waktu mendatang.