JAKARTA, Cobisnis.com - Selama periode Januari hingga Maret tahun 2026, platform fintech peer-to-peer lending (P2P Lending) atau pinjaman daring (Pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat total penyaluran pinjaman sebesar lebih dari Rp300 miliar, atau naik 57% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Untuk kenaikan terbesar, tercatat pada bulan Januari 2026 yang menembus hingga 130% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Yonathan Gautama, Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek, mengatakan bahwa catatan kinerja ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan penggunanya, antara lain para karyawan yang berpenghasilan UMR sampai dengan bisnis UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
Menurut Yonathan, salah satu faktor kenaikan penyaluran pinjaman PT Sahabat Mikro Fintech, yakni berkat tingkat kepercayaan pengguna yang semakin tinggi terhadap perusahaan.
“Terus terang, kami menyambut gembira dengan kenaikan penyaluran pinjaman di kuartal pertama tahun ini. Apalagi yang melakukan peminjaman kembali ke kami itu semakin tinggi setelah mereka melakukan pelunasan yang mencapai rasio kenaikan hingga sebesar 121%, ini menunjukkan kehadiran PT Sahabat Mikro Fintek semakin diterima oleh para pelaku usaha maupun masyarakat Indonesia sebagai platform Pindar yang dapat diandalkan untuk memajukan bisnis usaha mereka,” ujar Yonathan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).
Yonathan menjelaskan, pihaknya terus menciptakan kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat untuk terus menumbuhkan tingkat kesadaran dan pemahaman untuk menjadi cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
Salah satu kegiatan yang dimaksud, antara lain perusahaan menyelenggarakan Webinar bertemakan Cerdas Mengelola Keuangan Saat Memiliki Beban Pinjaman pada awal April 2026 dan menghadirkan perencana keuangan profesional sebagai narasumbernya.
“Dengan membekali peserta dengan kesadaran keuangan dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, inisiatif ini berkontribusi pada misi yang lebih besar untuk membantu masyarakat menjadi lebih terinformasi dan bertanggung jawab dalam menavigasi layanan keuangan digital. Seiring dengan peningkatan literasi keuangan, kesadaran dan pemahaman publik tentang Pindar juga meningkat, yang pada gilirannya mendorong lanskap fintech yang lebih sehat dan berkelanjutan,” terang Yonathan.
Selain itu, Yonathan mengaku optimistis, bahwa dengan semakin gencarnya kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi yang dilakukan PT Sahabat Mikro Fintek akan semakin meningkatkan awareness di tengah-tengah masyarakat terutama para pelaku usaha di Indonesia, termasuk membekali pengetahuan agar tidak ada lagi korban-korban peminjaman di Pindar ilegal yang tidak berizin OJK.
Secara portofolio, Yonathan mengungkapkan, di sepanjang kuartal pertama tahun 2026, kenaikan penyaluran pinjaman tidak lagi didominasi di wilayah Jabodetabek, melainkan kenaikan signifikan juga terjadi di Surabaya yang mendominasi di Provinsi Jawa Timur dengan mencatat total penyaluran pinjaman naik hingga 154% dan Bandung di Provinsi Jawa Barat naik hingga 146%.
“Pencapaian ini menjadi semangat bagi kami semua untuk terus berkontribusi dalam mendorong akses pembiayaan yang lebih luas, merata, dan inklusif untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi. Untuk menjalani hal itu, tentu kami akan selalu berupaya menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di setiap aspek bisnis yang ada, yakni selalu mengedepankan transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko yang andal, dan kepatuhan terhadap regulasi OJK maupun code of conduct dari asosiasi industri,” tambah Yonathan.