JAKARTA, Cobisnis.com - Lembaga riset independen Evident Institute merilis kajian dua tahun komunikasi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menyoroti keberhasilan pendekatan dialog dalam sejumlah kebijakan, sekalipun sebagian warga masih merasakan tekanan ekonomi.
“Evident Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi, dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo, Rabu (14/10).
Meski demikian, lanjutnya, di tengah capaian ini sebagian warga yang masih merasakan tekanan ekonomi cenderung menyampaikan keluhannya lewat media sosial, sesuatu yang wajar terjadi di negara demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat.
Evident Institute mencatat dua capaian komunikasi pemerintah yang lahir dari dialog panjang dengan banyak pihak. UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru disahkan melibatkan pembahasan antara pemerintah, DPR, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha.
Peraturan Presiden tentang pelindungan pengemudi ojek online, yang menaikkan porsi pendapatan pengemudi, juga lahir dari proses dialog dengan pengemudi dan perusahaan aplikator.
Evident Institute menilai kedua regulasi ini menunjukkan bahwa pendekatan dialog dua arah bisa membuahkan hasil yang diterima banyak pihak, dan model semacam ini layak diperluas ke komunikasi kebijakan ekonomi lainnya.
Di luar capaian tersebut, Evident Institute mencatat sebagian dunia usaha, dari sektor manufaktur hingga usaha rintisan (startup), masih menahan rekrutmen karyawan baru di tengah nilai tukar yang berfluktuasi dan pendanaan yang belum semudah sebelumnya.
Sejumlah kredit perbankan yang sudah disetujui juga belum sepenuhnya disalurkan, menandakan sektor riil masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Pada tingkat rumah tangga, sebagian warga juga tercatat lebih banyak memanfaatkan pinjaman online (pinjol) dan pembiayaan gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ataupun kebutuhan finansial yang sifatnya mendadak.
“Evident Institute menilai kelompok ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, meski jumlah mereka tidak mewakili kondisi masyarakat secara keseluruhan, namun perlu dipikirkan mekanisme jaring pengaman sosial yang mampu menjangkau kelompok ini,” tuturnya.
Secara umum, Evident Institute menilai wajar apabila sebagian warga yang merasakan tekanan ekonomi menyampaikan keluhannya lewat media sosial, sebagai bagian dari ruang berpendapat di negara demokrasi.
Evident Institute menyarankan agar keluhan semacam ini dijadikan masukan, bukan sekadar sentimen yang berlalu begitu saja, sehingga pemerintah bisa merespons kebutuhan warga secara lebih tepat sasaran.
Untuk itu, Evident Institute menyarankan pemerintah memperluas pendekatan dialog yang sudah terbukti berhasil pada UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Perpres Ojol ke urusan ekonomi lain, terutama dengan kalangan pengusaha yang masih dibayangi ketidakpastian usaha.
“Penambahan insentif usaha, disertai dialog rutin dengan pengusaha soal kekhawatiran mereka, dinilai bisa mendorong dunia usaha untuk kembali berani merekrut tenaga kerja dan melakukan ekspansi,” tegasnya.
Evident Institute juga mengusulkan subsidi pembelian barang manufaktur dalam negeri agar daya beli kelas menengah lebih terbantu. Program besar seperti Makan Bergizi Gratis dinilai tetap perlu dievaluasi secara berkala, termasuk soal keberlanjutan pembiayaannya, agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.