Sejarah Idul Adha 1446 H: Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim yang Penuh Keikhlasan

Oleh Hidayat Taufik pada 15 May 2026, 09:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Idul Adha menjadi salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah. Selain itu, momen ini mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Perayaan Idul Adha berasal dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Saat itu, Nabi Ibrahim menerima perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya.

Namun, Nabi Ismail menerima perintah tersebut dengan sabar dan ikhlas. Karena itu, kisah tersebut menjadi simbol ketaatan dan keimanan umat Muslim.

Saat proses pengorbanan berlangsung, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Sejak saat itu, umat Islam menjalankan ibadah kurban setiap Idul Adha.

Masyarakat biasanya menyembelih kambing, sapi, atau unta sebagai hewan kurban. Selanjutnya, mereka membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain identik dengan kurban, Idul Adha juga berkaitan dengan ibadah haji di Makkah. Setelah menjalani wukuf di Arafah, jamaah haji melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Di sisi lain, perkembangan teknologi memudahkan masyarakat menjalankan ibadah kurban. Kini, banyak lembaga menyediakan layanan kurban digital secara daring.

Karena itu, masyarakat tetap dapat berkurban meski memiliki keterbatasan waktu dan jarak. Selain praktis, layanan tersebut juga membantu distribusi daging kurban lebih luas.

Bagi generasi muda, Idul Adha menjadi momentum refleksi diri. Hari raya ini mengingatkan pentingnya empati, kepedulian, dan semangat berbagi.

Selain itu, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan pentingnya pengorbanan demi kebaikan. Nilai tersebut masih relevan dalam kehidupan modern saat ini.

Momentum Idul Adha 1446 H diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial di masyarakat. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan kepedulian dapat terus terjaga.