Sering Dibandingkan Orangtua Saat Kecil, Ini 7 Sifat yang Bisa Terbawa Sampai Dewasa

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 13 May 2026, 09:43 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebiasaan orangtua membandingkan anak dengan saudara kandung ternyata bisa meninggalkan dampak psikologis jangka panjang. Efeknya sering baru terasa ketika seseorang memasuki usia dewasa.

Psikolog menyebut pengalaman terus dibandingkan dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri. Mulai dari rasa percaya diri, pola komunikasi, hingga cara menghadapi tekanan hidup sehari-hari.

Salah satu sifat yang paling sering muncul adalah kompetitif berlebihan. Anak yang tumbuh dalam suasana perbandingan biasanya merasa harus terus membuktikan diri agar dianggap layak dan dihargai.

Selain kompetitif, banyak anak akhirnya tumbuh menjadi perfeksionis karena merasa harus selalu sempurna demi mendapat validasi dari lingkungan sekitar. Pola pikir ini dapat membentuk tekanan batin yang berlangsung lama.

Dampak lainnya adalah muncul sifat terlalu penurut dan sulit menolak permintaan orang lain. Saat dewasa, mereka cenderung menghindari konflik karena takut mengecewakan orang di sekitarnya.

Psikolog juga menilai pengalaman dibandingkan dapat memicu rasa tidak aman atau insecure hingga imposter syndrome. Akibatnya, seseorang tetap merasa gagal meski sebenarnya memiliki banyak pencapaian.

Karena itu, pola komunikasi dalam keluarga dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak. Orangtua disarankan lebih fokus menghargai proses tumbuh anak dibanding terus membandingkan pencapaian mereka satu sama lain.