Siapa Sebenarnya Gianni Infantino? Sosok Paling Berkuasa di Dunia Sepak Bola

Oleh Hidayat Taufik pada 03 Jul 2026, 12:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Nama Gianni Infantino kerap menjadi sorotan setiap kali turnamen besar FIFA digelar. Meski begitu, tidak semua pencinta sepak bola mengetahui perjalanan karier pria yang kini menjabat sebagai Presiden FIFA tersebut.

FIFA atau Fédération Internationale de Football Association merupakan badan yang mengatur sepak bola dunia. Organisasi ini dipimpin oleh seorang presiden yang bertanggung jawab mengawasi berbagai kebijakan dan arah perkembangan sepak bola internasional.

Gianni Infantino menjadi Presiden FIFA sejak 26 Februari 2016 setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich, Swiss. Ia menggantikan Sepp Blatter yang mengakhiri masa jabatannya di tengah krisis yang melanda organisasi tersebut.

Infantino lahir di Brig, Swiss, pada 23 Maret 1970 dari keluarga keturunan Italia. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Fribourg dan meraih gelar sarjana hukum. Selain itu, ia dikenal menguasai sejumlah bahasa, di antaranya Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Portugis, dan Arab.

Kariernya di dunia sepak bola dimulai sebagai penasihat hukum bagi berbagai klub di Italia, Spanyol, dan Swiss. Pengalaman tersebut membawanya bergabung dengan UEFA pada tahun 2000 untuk menangani berbagai urusan hukum dan regulasi organisasi.

Karier Infantino terus menanjak. Pada 2007 ia dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal UEFA, kemudian dipromosikan sebagai Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009.

Selama berada di UEFA, Infantino berperan dalam sejumlah kebijakan penting, termasuk penerapan aturan Financial Fair Play. Ia juga menjadi salah satu tokoh di balik penambahan peserta putaran final Piala Eropa dari 16 menjadi 24 tim serta konsep penyelenggaraan Euro 2020 yang digelar di berbagai negara.

Berkat rekam jejak tersebut, Infantino memperoleh dukungan luas dan akhirnya terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Di bawah kepemimpinannya, FIFA menghadirkan berbagai perubahan, termasuk memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim mulai edisi 2026.