JAKARTA, Cobisnis.com — Dunia travel haji dan umroh kembali tercoreng setelah terkuaknya dugaan kasus penipuan berskala besar yang berpusat di Medan, Sumatera Utara. Seorang pria yang diidentifikasi berinisial D-N, dengan dugaan identitas publik di media sosial @dozan99, saat ini menjadi buruan setelah diduga kuat terlibat dalam serangkaian penipuan terhadap jemaah dan beberapa perusahaan travel.
Sumber terpercaya melaporkan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh D-N sudah mencapai angka yang fantastis. Diperkirakan, total kerugian yang dialami oleh salah satu perusahaan travel saja sudah mencapai Rp 2,8 Miliar. Selain itu, banyak korban perorangan yang melaporkan kerugian mulai dari puluhan hingga lebih dari Rp 100 Juta dengan iming-iming janji keberangkatan yang tidak pernah dipenuhi.Salah satu aspek yang mempersulit penanganan kasus ini adalah modus operandi D-N yang licin. Menurut keterangan dari pihak yang dirugikan, D-N selalu berusaha membawa kasus penipuan dan penggelapan ini ke ranah utang piutang (perdata).
"Sulit sekali memprosesnya pidana karena dia mengubahnya seolah-olah ini adalah utang. Padahal, jika ini murni penggelapan atau pencurian, prosesnya akan lebih mudah," ujar salah satu korban yang enggan disebutkan namanya. "Dia menjanjikan keberangkatan, tapi kemudian tidak ada realisasi."
Bukti chat yang beredar menunjukkan kegelisahan para korban yang terus menagih kepastian keberangkatan jemaah yang sudah menyetorkan dana. Percakapan ini menjadi bukti kuat adanya janji-janji palsu yang digunakan untuk menarik uang dari calon jemaah.
Dugaan penipuan ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Laporan menyebutkan bahwa D-N juga merugikan mitra bisnis di luar negeri, khususnya di Madinah. Beberapa pihak di Madinah dilaporkan menjadi korban karena pemesanan hotel dan akomodasi yang tidak pernah dibayar oleh D-N.
Saat ini, lokasi terduga pelaku diyakini berada di Malaysia, menyulitkan upaya hukum dan pencarian oleh pihak berwajib serta para korban.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih agen travel. Para korban mendesak agar kasus ini segera dikonsultasikan dengan pakar hukum untuk menemukan solusi terbaik, mengingat semakin bertambahnya jumlah korban.
Masyarakat diimbau untuk melakukan verifikasi mendalam terhadap rekam jejak penyedia jasa perjalanan ibadah. Pilihlah travel yang terpercaya dan jangan mudah tergiur oleh penawaran yang tidak masuk akal.