JAKARTA, Cobisnis.com - Berangkat dari persoalan sederhana di lingkungan sekolah, SMP IL Kapten Fatubaa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, berhasil menjadi juara pertama kompetisi proyek sekolah sehat AIA Healthiest Schools 2026 pada tingkat SMP melalui Huka Upcycling Project (HUP), sebuah inisiatif yang mengubah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai guna. Berlokasi di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste, sekolah ini membuktikan bahwa tantangan lokal dapat melahirkan solusi inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bahkan hingga ke negeri tetangga.
Huka Upcycling Project (HUP)lahir ketikalimbah kulit pisang dalam jumlah besar menimbulkan persoalan lingkungan disekolah. Alih-alih menjadi sampah, kulit pisang diolah oleh para siswa menjadiberbagai produk bernilai ekonomi, seperti es krim, pupuk kompos organik, danpupuk cair, melalui pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan sains,kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Head of Corporate Communication AIA,Lia Merdekawaty, mengatakan, “AIA percaya setiap sekolah memiliki potensi untuk menjadiagen perubahan bagi komunitasnya. MelaluiAIA Healthiest Schools, kamiingin terus mendukung lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kesehatandan kesejahteraan peserta didik, tetapi juga menciptakan dampak positif yangberkelanjutan bagi masyarakat luas.”
Lebih dari sekadar mengelola sampah, Huka UpcyclingProject dirancang untuk membangun karakter peserta didik agar mampu melihatpeluang di balik setiap tantangan yang mereka hadapi. "Limbah kulitpisang, tidak hanya kami daur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomis,tetapi juga bentuk harapan serta cara pandang baru kami bahwa setiap tantangandapat menjadi peluang untuk belajar dan berinovasi," ujar AntoniusKapitan, perwakilan guru SMP IL Kapten Fatubaa.
Sebagai sekolah di wilayah perbatasan Indonesia-TimorLeste, SMP IL Kapten Fatubaa membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalanguntuk berinovasi. Melalui Huka Upcycling Project, siswa mengolah limbah kulitpisang menjadi produk bernilai guna sambil mempelajari ekonomi sirkular dankewirausahaan.
Lewat inisiatif ini, lebih dari seribu penerima sudahmerasakan langsung manfaat dari Huka Upcycling Project, termasuk siswa, orangtua, petani lokal, hingga mitra komunitas di wilayah perbatasan. Jangkauanproyek sekolah sehat ini bahkan melampaui batas negara dengan turut memberikanmanfaat kepada para pelajar di Timor Leste, sekaligus memperkuat semangatkolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan serta lingkungan di kawasanperbatasan. Keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa meraih gelar pemenang nasional AIAHealthiest Schools juga mengantarkan sekolah tersebut untuk mewakili Indonesiadalam kompetisi AIA Healthiest Schools 2026 tingkat regional yang akan digelardi Bangkok pada Juli mendatang.
Pada perhelatan AIA Healthiest Schools 2026, Indonesiamencatatkan capaian membanggakan dengan menjadi negara peserta denganpartisipasi terbesar dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifiktempat AIA beroperasi. Sebanyak 2.896 pendaftar dan 359 proyek sekolah sehatturut ambil bagian dalam program ini. Antusiasme tersebut memperlihatkansemakin kuatnya peran sekolah dalam menghadirkan kebiasaan hidup sehat melaluiprogram-program yang konkret dan berkelanjutan. Semangat ini turut mendukung komitmenjangka panjang AIA untuk membantu jutaan keluarga Indonesia menjalani hidupyang Lebih Sehat, Lebih Lama, Lebih Baik.