Studi: Rutin Olahraga Dapat Tingkatkan Kesehatan Otak

Oleh Chodijah Febriani pada 11 Sep 2026, 17:04 WIB

Olahraga Naik Tangga - pexels/PRODUKSI MART

JAKARTA, Cobisnis.com - Selain baik untuk kesehatan tubuh, sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan betapa bermanfaatnya olahraga bagi otak.

Penelitian dari Victoria University menghubungkan  aktivitas fisik yang lebih tinggi dengan  risiko penurunan fungsi mental terkait usia.

Faktanya, Dr. James Broatch adalah salah satu yang terlibat dalam penelitian ini dan dia mengatakan intervensi gaya hidup seperti olahraga,  kualitas tidur yang baik, dan mendapatkan nutrisi yang baik sebenarnya dapat meningkatkan ketahanan otak dan bahkan mengurangi risiko demensia di usia lanjut.

"Penelitian ini secara khusus mengamati sistem yang kita miliki di otak yang beroperasi  selama tidur, yang disebut  sistem glimfatik pada dasarnya sistem ini  berfungsi untuk membersihkan otak kita dan pada dasarnya membersihkan otak yang terakumulasi selama siang hari ketika otak kita cukup aktif," kata Dr. Broatch dilansulir dari nine, Jumat (11/9/2026).

Lebih lanjut,  selain itu, tidur sangat penting untuk kesehatan otak dan kesehatan secara umum, namun apa yang kami temukan dari penelitian ini adalah bahwa olahraga pada dasarnya dapat berfungsi seperti penyetelan untuk sistem tersebut.

"Jadi apa yang dilakukan olahraga terhadap tubuh, tetapi juga bermnafaat terhadap kesehatan otak," ungkapnya.

Dr. Broatch menyarankan untuk mencari sesuatu yang dapat kamu lakukan secara teratur dan kamu yakin akan terus melakukannya.

"Jika kamu bisa mulai menciptakan kebiasaan kecil, entah itu memarkir  mobil agak lebih jauh dan berjalan kaki ke tempat kerja atau menggunakan tangga, kebiasaan kecil ini benar-benar dapat berakumulasi dan memiliki  efek yang sangat mendalam pada otak,  terutama seiring bertambahnya usia ketika   sistem glimfatik  mulai menurun," ujarnya.

Sementara, menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 150 menit latihan kardiorespiratori intensitas sedang dan dua sesi latihan beban per minggu, ditambah beberapa latihan keseimbangan.

"Jelas, ini adalah komitmen besar dan mungkin tidak mencapai target tersebut, jadi saya pikir, jika kamu bisa mendapatkan kombinasi jenis latihan tersebut sepanjang minggu, dan latihan apa pun lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali."

"Jadi, apa pun  yang dapat kamu lakukan, terutama di usia paruh baya saat  kita mulai menua, benar-benar mempersiapkan  untuk meningkatkan ketahanan otak dan benar-benar mencoba mengurangi risiko demensia di usia lanjut," tukas Dr. Broatch.