Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

Oleh Hidayat Taufik pada 11 Aug 2026, 17:30 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Keluarga Sutrimo mengungkap bahwa pria yang ditemukan meninggal dunia di Jakarta Selatan tersebut telah cukup lama bekerja untuk mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Keterangan itu disampaikan keluarga melalui kuasa hukum mereka, Aan Rohaeni. Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti jabatan atau posisi Sutrimo saat bekerja bersama Febrie, Selasa (11/8/2026)

Aan menyebut Sutrimo awalnya bekerja sebagai tukang bangunan. Ia diketahui pernah mengerjakan pembangunan rumah milik Febrie Adriansyah.

Setelah proyek tersebut selesai, Sutrimo disebut mendapat kepercayaan untuk bekerja bersama Febrie. Pekerjaannya pun tidak hanya berkaitan dengan proyek bangunan, tetapi juga mengurus berbagai kebutuhan rumah tangga.

"Pak Sutrimo itu memang pekerjaan dulunya awalnya adalah tukang. Setahu keluarga Pak Sutrimo ini ya bangun rumah Pak Febrie," kata Aan.

Menurut Aan, Sutrimo kemudian dipercaya untuk menangani berbagai keperluan Febrie. Mulai dari mengerjakan proyek hingga mengurus rumah dan membayar kebutuhan rumah tangga.

"Sehari-hari pekerjaan Pak Sutrimo itu macam-macam. Kadang kala disuruh ngerjain proyek. Kalau tidak keluar, ya Pak Sutrimo di rumah ngurusin rumah-rumahnya Pak Febrie," ujarnya.

Keluarga juga mengetahui bahwa hubungan kerja tersebut telah berlangsung cukup lama. Sutrimo sempat berhenti bekerja selama beberapa tahun, tetapi kemudian kembali bekerja bersama Febrie.

Bahkan, ketika Sutrimo mengalami sakit, biaya pengobatannya disebut pernah mendapat bantuan. Hal serupa juga disebut terjadi ketika pandemi Covid-19.

Meski telah lama bekerja untuk Febrie, keluarga Sutrimo mengaku tidak pernah berkomunikasi atau bertemu langsung dengan mantan pejabat Kejagung tersebut.

Keluarga hanya mengetahui bahwa Sutrimo bekerja untuk seorang jaksa bernama Febrie Adriansyah.

"Orang desa ya, pokoknya tahunya ikut Pak Febrie, jaksa," ujar Aan.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mulut berbusa di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Jakarta Selatan.

Keluarga kemudian mempertanyakan sejumlah hal yang dianggap janggal. Di antaranya terkait dokumen rumah sakit, kondisi jenazah, serta ponsel dan barang pribadi Sutrimo yang disebut belum dikembalikan kepada keluarga.

Kecurigaan tersebut kemudian mendorong keluarga melaporkan dugaan kematian tidak wajar Sutrimo kepada kepolisian di Banyumas. Laporan itu selanjutnya diteruskan untuk ditangani Polda Metro Jaya.

Polisi dijadwalkan melakukan ekshumasi terhadap makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyelidikan terkait penyebab kematian Sutrimo.

Sebelum meninggal dunia di Jakarta, Sutrimo diketahui sempat pulang ke kampung halamannya di Banyumas. Ia kemudian disebut mendapat tiket untuk kembali ke Jakarta dan diduga didampingi dua orang dalam perjalanan menuju ibu kota.