JAKARTA, Cobisnis.com – Sysmex Indonesia memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong deteksi dini talasemia di Indonesia. Langkah ini dilakukan karena kasus talasemia mayor masih tergolong tinggi.
Setiap tahun, sekitar 2.500 bayi di Indonesia lahir dengan talasemia mayor. Kondisi genetik tersebut membuat penderitanya membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup.
Dalam rangka World Thalassemia Day 2026, Sysmex Indonesia bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggandeng PMI, BPJS Kesehatan, dan POPTI melalui kampanye “United for Thalassemia”.
Rangkaian kegiatan sepanjang Mei 2026 mencakup webinar nasional, donor darah, dan kampanye digital. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya skrining sejak dini.
Webinar nasional menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, PMI, dokter spesialis anak, hingga komunitas pasien talasemia. Diskusi membahas strategi pengendalian talasemia dan akses layanan kesehatan.
Di Indonesia, diperkirakan 2,6–11 persen populasi membawa sifat talasemia-α dan 3–10 persen membawa sifat talasemia-β. Banyak pembawa sifat talasemia tidak menyadari kondisinya tanpa pemeriksaan darah.
dr. Andi Saguni mengatakan skrining dini menjadi langkah penting untuk mencegah talasemia terus berulang antar generasi. Pemeriksaan dini dinilai penting terutama bagi remaja dan calon pasangan.
Selain edukasi, Sysmex Indonesia juga menggelar donor darah guna membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien talasemia mayor. Dukungan transfusi rutin disebut menjadi bagian penting dalam perawatan jangka panjang penyandang talasemia.