JAKARTA, Cobisnis.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah cara bisnis berinteraksi dengan konsumen. Menjawab perubahan tersebut, Marketeers kembali menggelar Tech for Business 2026 yang akan berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada 23 Juni 2026. Acara ini mengusung tema “Digital Marketing in the Age of AI”.
Forum tahunan tersebut menjadi wadah bagi pelaku bisnis, pemasar, dan industri teknologi untuk membahas strategi pemasaran yang relevan di tengah perubahan perilaku konsumen. Di era AI, pemasaran digital tidak lagi hanya berfokus pada data dan optimalisasi kanal komunikasi, tetapi juga pada bagaimana teknologi memengaruhi cara konsumen berpikir dan mengambil keputusan.
Perubahan ini sejalan dengan konsep augmented human yang diperkenalkan dalam buku Marketing 7.0 karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Konsep tersebut menggambarkan manusia yang kehidupannya semakin terhubung dengan teknologi, sehingga melahirkan karakter dan pola konsumsi yang berbeda dibanding sebelumnya.
Salah satu karakter yang muncul adalah aggressive filtering, yaitu kemampuan konsumen menyaring informasi yang dianggap penting dalam waktu singkat. Di saat yang sama, fenomena social fragmentation membuat pengaruh terhadap konsumen tidak lagi bersifat massal karena masyarakat kini lebih banyak bergerak dalam komunitas dengan minat dan preferensi yang beragam.
Selain itu, muncul pula perilaku selective frugality. Konsumen menjadi lebih selektif dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan tertentu, namun tetap bersedia mengeluarkan biaya lebih besar untuk produk atau pengalaman yang memberikan nilai emosional dan manfaat yang dirasakan secara langsung.
Perubahan tersebut menjadi tantangan baru bagi dunia bisnis. Merek tidak cukup hanya hadir di berbagai platform digital, tetapi juga dituntut membangun komunikasi yang lebih personal, relevan, dan mampu menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan konsumennya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tech for Business 2026 menghadirkan berbagai sesi diskusi, pameran teknologi, serta penghargaan OMNI Brand of the Year. Sebanyak 21 pembicara dan sekitar 750 peserta dari berbagai industri diperkirakan hadir dalam acara ini, yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus referensi bagi pelaku usaha dalam menghadapi era pemasaran berbasis AI.