TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Oleh Rizki Meirino pada 27 Aug 2026, 17:19 WIB

TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga Rp1,3 miliar bagi masyarakat terdampak gempa NTT, mencakup logistik, kesehatan, dapur umum, dan air bersih.

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai hingga Rp1,3 miliar, di luar dukungan konektivitas, bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap dan terkoordinasi ke lebih dari 10 wilayah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

Sejak penyaluran bantuan pertama, TelkomGroup bersinergi dengan Danantara, BP BUMN, BNPB, BPBD setempat, Kementerian Kesehatan, serta berbagai pihak terkait untuk memetakan kebutuhan masyarakat, cakupan wilayah, dan skema penyaluran agar dukungan dapat diberikan secara terukur dan tepat sasaran.

SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan kehadiran TelkomGroup dalam situasi bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalankan aktivitasnya.

“Telkom Group berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat dan bencana. Bantuan yang kami salurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” ujarnya.

“Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT dan menjadi bagian dari proses pemulihan mereka. Dalam penyaluran bantuan ini, TelkomGroup terus berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak terkait untuk memahami kebutuhan masyarakat di lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dapat diberikan TelkomGroup secara tepat dan optimal,” kata Hery.

Melalui Posko BNPB Halim, TelkomGroup menyalurkan bantuan pada 18 dan 20 Agustus 2026 yang mencakup paket sembako, logistik rumah tangga, perlengkapan bayi dan anak, obat-obatan, serta kebutuhan kebersihan.

Dari dua tahap penyaluran tersebut, secara keseluruhan sebanyak 3,65 ton bantuan telah didistribusikan dan dimanfaatkan masyarakat, terutama di sejumlah titik pengungsian.

Dukungan kemudian diperluas ke Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere, Bima, Lewur, dan Lambelada Selatan melalui koordinasi dengan BPBD setempat serta posko pengungsian agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terisolir seperti Londar Pesisir Utara, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, TelkomGroup turut menyalurkan bantuan melalui BPBD Ruteng via jalur laut.

Selain bantuan logistik, TelkomGroup memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian melalui dukungan dapur umum, layanan kesehatan, dan penyediaan air bersih.

Di Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, TelkomGroup mendukung operasional dapur umum bagi sekitar 1.100 jiwa serta posko kesehatan dan obat-obatan di Desa Golo Mendo.

Sementara di Desa Wudi, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Telkom mendukung operasional dapur umum sekaligus suplai air bersih yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, TelkomGroup juga menyiapkan bantuan melalui Kementerian Kesehatan berupa alat laboratorium dan unit sanitasi portable yang rencananya didistribusikan pada 27 Agustus 2026.

Bagi TelkomGroup, dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut seiring masyarakat memasuki fase pemulihan.

Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, TelkomGroup terus mengarahkan dukungan pada kebutuhan yang relevan di lapangan, mulai dari kebutuhan dasar hingga layanan kesehatan dan operasional dapur umum.

Sejalan dengan semangat “Bersama Jadi Bisa”, TelkomGroup menyatakan akan terus hadir mendampingi masyarakat NTT dalam proses pemulihan pascabencana.

Lebih dari sekadar bantuan dalam situasi darurat, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk menguatkan semangat, menumbuhkan optimisme, dan menjaga harapan masyarakat NTT di tengah proses pemulihan pascabencana.