Tempe Ternyata Sudah Jadi Warisan Kuliner Nusantara Selama 450 Tahun

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 19 Jul 2026, 09:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Tempe bukan hanya makanan sehari hari masyarakat Indonesia. Di balik tampilannya yang sederhana, tempe memiliki sejarah panjang yang telah menjadi bagian dari budaya Nusantara sejak abad ke-16.

Berbagai catatan sejarah menyebut tempe sudah dikenal masyarakat Jawa lebih dari 450 tahun lalu. Kini, makanan hasil fermentasi kedelai itu bahkan diproduksi di puluhan negara dan terus diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Salah satu bukti tertua keberadaan tempe tercatat dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa Kesultanan Mataram. Naskah tersebut menunjukkan bahwa tempe sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak ratusan tahun silam.

Guru Besar Bidang Pangan, Gizi, dan Kesehatan IPB, Made Astawan, menjelaskan kata "tempe" muncul dalam beberapa jilid Serat Centhini. Temuan itu memperkuat bahwa tempe telah hadir sejak abad ke-16 dan berkembang di wilayah Mataram, yang kini berada di Jawa Tengah.

Sejarawan juga meyakini istilah "tempe" berasal dari Indonesia. Kata tersebut berbeda dengan istilah pangan berbahan kedelai lain seperti tauco atau tahu yang memiliki akar bahasa berbeda.

Perkembangan tempe semakin pesat setelah tahu diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa ke Pulau Jawa pada abad ke-17. Masyarakat kemudian mengembangkan berbagai olahan kedelai, termasuk tempe yang lebih mudah diproduksi dan terjangkau.

Pada masa kolonial, tempe menjadi salah satu sumber protein utama masyarakat. Keterbatasan bahan pangan akibat kebijakan tanam paksa membuat tempe semakin penting sebagai makanan bergizi dengan harga yang relatif murah.

Popularitas tempe kemudian menyebar ke berbagai daerah mengikuti perpindahan penduduk dari Pulau Jawa. Beragam olahan pun lahir, mulai dari jadah tempe khas Yogyakarta hingga tempe bongkrek dari Banyumas.

Meski sempat berkembang luas, produksi tempe bongkrek akhirnya dilarang pemerintah karena beberapa kasus keracunan yang pernah terjadi. Larangan tersebut diterapkan demi menjaga keamanan pangan masyarakat.

Saat ini tempe dikenal sebagai salah satu superfood karena kaya protein, serat, vitamin, dan mineral. Proses fermentasi juga membuat kandungan gizinya lebih mudah diserap tubuh sehingga banyak direkomendasikan sebagai sumber protein nabati, termasuk bagi vegetarian.

Pemerintah bersama kalangan akademisi terus mendorong pengakuan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Langkah itu diharapkan semakin memperkuat identitas tempe sebagai kuliner asli Indonesia yang telah mendunia.