JAKARTA, Cobisnis.com – Terrion Arnold menghadapi dakwaan di Florida setelah diduga menjadi dalang penculikan dan penganiayaan terhadap tiga orang yang ia curigai mencuri barang berharganya.
Penyidik menyebut ketiga korban, termasuk sopir pribadi Arnold, ternyata tidak terlibat dalam dugaan pencurian tersebut. Namun, mereka tetap menjadi sasaran serangan pada Februari lalu.
Selain Arnold, dua terdakwa lain telah mengaku bersalah. Sementara itu, keduanya sepakat bekerja sama dengan aparat penegak hukum di wilayah Tampa.
Kepala Kepolisian Tampa, Lee Bercaw, menegaskan status terkenal tidak akan menghalangi proses hukum. Karena itu, polisi akan tetap menindak setiap pelaku sesuai aturan yang berlaku.
Polisi mengatakan tiga pria berusia akhir belasan tahun ditodong senjata, dipukuli, dianiaya menggunakan pistol, dan dirampok di sebuah apartemen di Tampa pada 4 Februari.
Serangan itu terjadi tiga hari setelah Arnold melaporkan pencurian barang mewah dari penginapan Airbnb di Largo. Barang yang hilang meliputi tas dan sepatu Louis Vuitton, jam tangan Rolex, uang tunai sekitar US$100.000, Alkitab, serta barang berharga lainnya.
Penyidik menyebut Arnold sebagai pelaku utama yang merencanakan serangan tersebut. Namun, kuasa hukumnya menegaskan Arnold membantah seluruh tuduhan.
Arnold telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada Rabu. Selain itu, hakim membacakan dakwaan penculikan, perampokan bersenjata, dan konspirasi yang dapat berujung hukuman penjara seumur hidup.
Sidang penahanan dijadwalkan berlangsung pada Senin. Hingga saat itu, Arnold tetap berada dalam tahanan.