JAKARTA, Cobisnis.com – Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dan menilai dampak krisis energi global akibat konflik Iran masih penuh ketidakpastian bagi ekonomi Amerika Serikat.
Jerome Powell mengatakan lonjakan harga minyak dunia kemungkinan hanya memberi dampak ekonomi sementara, meski arah perkembangan konflik masih sulit dipastikan.
The Fed tetap memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini sambil memperkirakan inflasi 2026 akan sedikit lebih tinggi sebelum kembali melambat pada tahun berikutnya.
Menurut Powell, keputusan penurunan suku bunga sangat bergantung pada keberhasilan pengendalian inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Harga energi yang naik dinilai berpotensi menambah tekanan inflasi, namun The Fed masih melihat kondisi tersebut mirip dengan lonjakan harga energi sebelumnya yang biasanya bersifat sementara.
Powell juga menegaskan ekonomi Amerika Serikat belum berada dalam kondisi stagflasi meski ada risiko perlambatan pertumbuhan bersamaan dengan tekanan harga.