Tokopedia, TikTok Shop, dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Halal

Oleh Rizki Meirino pada 20 Oct 2026, 23:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Tokopedia dan TikTok Shop berkolaborasi dengan pemerintah untuk memfasilitasi sertifikasi halal UMKM sekaligus memperkuat keterampilan digital 150 pelaku usaha di Jawa Barat. Program bertajuk #WaktunyaSTARt #JualanNyaman X HalalPreneur ini dilaksanakan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian Perindustrian di Bandung pada 20 Oktober 2026.

Inisiatif tersebut digelar menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal bagi produk terkait. Program ini juga mendukung target Provinsi Jawa Barat untuk mencapai 644.116 produk tersertifikasi halal pada 2026, sekaligus membantu UMKM memanfaatkan peluang perdagangan digital.

Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Vonny Susamto mengatakan sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, sedangkan keterampilan pembuatan konten digital membantu mendorong penjualan dan membangun merek. Melalui program tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu memanfaatkan ekosistem discovery commerce untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengapresiasi kolaborasi tersebut karena menggabungkan edukasi sertifikasi halal dengan keterampilan pemasaran digital. Menurutnya, pemberdayaan UMKM perlu diwujudkan melalui langkah nyata agar pelaku usaha dapat memenuhi ketentuan yang berlaku dan memanfaatkan peluang ekonomi digital.

Indonesia tercatat memiliki 14,68 juta produk bersertifikat halal dari 3,47 juta pelaku usaha. Melalui kolaborasi ini, UMKM memperoleh edukasi mengenai proses dan manfaat sertifikasi halal, termasuk kesempatan mendapatkan fasilitas sertifikasi gratis melalui skema self-declare bagi usaha yang memenuhi kriteria.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong kesiapan industri kecil dan menengah melalui sosialisasi regulasi, edukasi, pendampingan teknis, serta sertifikasi halal. Ia menilai kolaborasi dengan platform digital penting untuk membantu meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing produk.

Manfaat sertifikasi halal juga dirasakan Brownies Bella, UMKM asal Bandung yang berjualan di Tokopedia dan TikTok Shop. Pemiliknya, Salma Nabila, mengatakan proses sertifikasi yang mulai diurus pada 2025 membuat usahanya lebih percaya diri dalam memasarkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Selain sertifikasi halal, peserta memperoleh pelatihan pemasaran digital yang mencakup pembuatan video pendek, sesi siaran langsung atau LIVE, serta pemanfaatan afiliasi. Keterampilan tersebut semakin relevan seiring pertumbuhan pesanan nasional melalui LIVE dan video pendek di TikTok Shop yang masing-masing mencapai 59% dan 135%.

Pemilik ZanChips, Jeannete Langitan, mengatakan konten kreatif yang diproduksi secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan kreator afiliasi membantu memperkenalkan produknya kepada konsumen baru. Strategi tersebut turut membantu meningkatkan penjualan ZanChips sebesar 65%, terutama pada momentum belanja tanggal kembar.

Program edukasi #WaktunyaSTARt! #JualanNyaman telah menjangkau 5.000 peserta sejak diluncurkan pada 2024. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, hingga anak muda yang tertarik berjualan daring atau menekuni profesi kreator.

Materi program disesuaikan dengan kebutuhan peserta, mulai dari formalisasi usaha dan sertifikasi produk hingga peningkatan keterampilan pembuatan konten serta pemahaman prinsip afiliasi. Melalui pendekatan tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop bersama pemerintah berupaya memperkuat kesiapan UMKM dalam memenuhi ketentuan halal sekaligus memperluas peluang usaha di ekosistem digital.