JAKARTA, Cobisnis.com – Film Toy Story 5 menghadirkan pesan berbeda tentang hubungan anak dengan teknologi. Alih-alih menjadikan teknologi sebagai musuh, film ini menyoroti dampak penggunaan yang berlebihan.
Cerita terbaru dari Pixar tersebut mengikuti kehidupan Bonnie dan mainan kesayangannya. Namun, situasi berubah setelah Bonnie mendapatkan sebuah tablet bernama Lilypad.
Perangkat itu perlahan menyita perhatian Bonnie. Akibatnya, ia mulai menghabiskan lebih sedikit waktu bermain bersama mainan-mainan kesayangannya. Kondisi tersebut membuat Woody dan teman-temannya merasa tersisih.
Sementara itu, sebuah robot mainan tua bahkan menyatakan bahwa era mainan telah berakhir. Menurut robot tersebut, layar kini mengambil alih dunia anak-anak. Meski begitu, film ini tidak menyalahkan teknologi secara langsung.
Sebaliknya, Pixar menampilkan sudut pandang yang lebih seimbang. Lilypad hadir karena orang tua Bonnie ingin membantu putrinya menjalin pertemanan.
Karena itu, teknologi digambarkan sebagai alat yang dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan tepat. Selain itu, film ini juga menampilkan keraguan yang sering dirasakan orang tua. Mereka ingin memanfaatkan teknologi untuk anak.
Namun, mereka juga khawatir terhadap dampak penggunaan layar yang berlebihan. Di sisi lain, film ini mengakui bahwa teknologi kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menghindarinya sepenuhnya bukanlah solusi yang realistis.
Pesan utama film ini bukan tentang melarang anak menggunakan perangkat digital. Sebaliknya, film ini mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam kehidupan digital anak mereka.
Pixar juga menekankan pentingnya keseimbangan antara dunia digital dan aktivitas bermain secara langsung. Dengan pendekatan tersebut, film ini menghadirkan pesan yang relevan bagi banyak keluarga modern.
Pada akhirnya, Toy Story 5 menyampaikan bahwa masalah terbesar bukanlah teknologi. Melainkan penggunaan yang berlebihan hingga mengurangi interaksi, kreativitas, dan pengalaman nyata anak-anak.