JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas perdagangan OLEIN menjadi salah satu sorotan utama di Jakarta Futures Exchange (JFX) sepanjang Mei 2026. Komoditas berbasis minyak sawit tersebut mencatat lonjakan volume transaksi yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Pada pekan ketiga Mei 2026, volume transaksi OLEIN meningkat 267,75 persen menjadi 37.437 lot. Nilai transaksinya juga tumbuh 338,73 persen hingga mencapai Rp3,83 triliun dalam periode yang sama.
Secara kumulatif sepanjang 26 April hingga 23 Mei 2026, volume transaksi OLEIN mencapai 70.246 lot. Sementara itu, nilai transaksi komoditas tersebut tercatat sebesar Rp6,48 triliun di JFX.
Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, mengatakan peningkatan aktivitas perdagangan menunjukkan semakin besarnya perhatian pelaku pasar terhadap komoditas strategis. Menurutnya, pasar minyak nabati memiliki karakter yang dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor produksi dan permintaan global.
OLEIN merupakan produk turunan minyak sawit yang digunakan oleh berbagai sektor industri. Pergerakan harganya dipengaruhi kondisi pasokan, konsumsi global, biaya logistik, hingga kebutuhan industri pengolahan.
Sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok minyak nabati global. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha membutuhkan referensi harga yang transparan serta sarana untuk mengelola risiko usaha.
Yazid menilai peningkatan aktivitas perdagangan OLEIN mencerminkan semakin pentingnya fungsi perdagangan berjangka bagi pelaku pasar. Bursa dinilai memiliki peran dalam mendukung pembentukan harga yang transparan dan terbuka melalui mekanisme pasar.
Selain OLEIN, aktivitas perdagangan di JFX juga ditopang oleh instrumen PALN, emas digital, dan perdagangan bilateral. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin beragamnya instrumen yang dimanfaatkan pelaku pasar untuk transaksi, investasi, serta pengelolaan risiko sepanjang Mei 2026.