Trump Murka ke Spanyol, Ancaman Embargo Usai Tolak Misi Militer ke Iran

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Mar 2026, 07:13 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol setelah negara itu menolak penggunaan pangkalan militernya untuk misi serangan ke Iran.

Ancaman tersebut disampaikan menyusul keputusan pemerintah Spanyol yang tidak mengizinkan pangkalan militer di Rota dan Moron digunakan dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan itu memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara sekutu NATO tersebut.

Trump menyatakan Amerika Serikat dapat menghentikan seluruh perdagangan dengan Spanyol. Ia bahkan mengaku telah memerintahkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, untuk menghentikan semua urusan bisnis yang berkaitan dengan Spanyol.

Pernyataan tersebut menandai eskalasi serius dalam hubungan bilateral. Embargo perdagangan penuh berpotensi berdampak luas terhadap ekspor-impor, investasi, dan kerja sama strategis kedua negara.

Sebelumnya, militer AS telah memindahkan 15 pesawat dari pangkalan di Spanyol selatan. Pesawat tersebut termasuk tanker pengisian bahan bakar yang memiliki peran penting dalam operasi jarak jauh.

Langkah pemindahan ini dilakukan setelah pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran. Keputusan itu disebut sebagai sikap politik luar negeri yang mengedepankan kehati-hatian.

Bagi Spanyol, penggunaan pangkalan untuk operasi ofensif dinilai memiliki konsekuensi hukum dan diplomatik. Pemerintahnya menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan perjanjian yang berlaku.

Menanggapi ancaman Trump, otoritas Spanyol menyatakan bahwa hubungan dagang tidak bisa diputus sepihak tanpa mempertimbangkan kerangka hukum Uni Eropa. Spanyol merupakan bagian dari blok perdagangan Uni Eropa yang memiliki perjanjian bilateral dengan AS.

Embargo penuh, jika benar dilakukan, dapat berdampak pada sektor industri, energi, hingga pertanian. Perdagangan AS dan Uni Eropa selama ini bernilai ratusan miliar dolar per tahun, sehingga ketegangan ini berpotensi mengguncang pasar.

Di tengah konflik Iran yang terus memanas, perselisihan antara AS dan Spanyol memperlihatkan retakan di antara sekutu Barat. Situasi ini menambah kompleksitas geopolitik yang sudah tegang.

Ancaman embargo bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga sinyal tekanan politik. Hubungan transatlantik kini diuji di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan perbedaan sikap antarnegara.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan di kawasan konflik, tetapi juga meluas ke hubungan dagang dan diplomasi global. Stabilitas internasional kini berada dalam fase yang semakin sensitif.