Trump Pertimbangkan Opsi Ekstrem untuk Tekan Harga BBM di AS

Oleh Zahra Zahwa pada 07 May 2026, 14:17 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat memproduksi minyak dalam jumlah sangat besar hingga jutaan barel dikirim ke luar negeri setiap hari.

Namun, lonjakan harga BBM membuat sebagian pihak meminta pemerintah menahan ekspor energi demi kebutuhan domestik. Permintaan minyak Amerika meningkat tajam setelah konflik Timur Tengah mengganggu pasokan global.

Penutupan Selat Hormuz membuat hampir 1 miliar barel minyak terjebak di kawasan Teluk. Akibatnya, negara-negara Asia dan Eropa mencari pasokan baru dari Amerika Serikat.

Ekspor minyak AS kemudian melonjak ke level tertinggi pada akhir April 2026. Selain itu, cadangan energi Amerika terus menyusut dalam beberapa pekan terakhir.

Karena itu, muncul pertanyaan mengapa AS tetap mengekspor minyak saat harga bensin domestik naik cepat. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Ro Khanna, kembali mengusulkan larangan ekspor bensin saat harga BBM tinggi.