Trump Sebut Pertemuan di Qatar Bisa Terjadi, Iran Tegaskan Tak Ada Agenda Negosiasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Jun 2026, 06:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim negosiator Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berada di Doha, Qatar, pada pekan ini. Meski begitu, belum ada kepastian apakah kedua negara benar-benar akan menggelar pertemuan resmi.

Iran membantah adanya agenda negosiasi dengan Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan kunjungan delegasi negaranya ke Doha tidak berkaitan dengan pembicaraan bersama pihak AS dan tidak ada perundingan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberikan sinyal berbeda. Ia menyebut peluang pertemuan di Doha masih terbuka dan berpotensi menjadi pembahasan penting. Washington juga mengutus Jared Kushner dan Steve Witkoff untuk memimpin delegasi AS.

Perbedaan pernyataan tersebut muncul di tengah belum mulusnya pelaksanaan nota kesepahaman yang disepakati pada 17 Juni 2026. Kesepakatan itu mencakup 14 poin, mulai dari perpanjangan gencatan senjata hingga pembahasan program nuklir Iran dan upaya perdamaian jangka panjang.

Namun, implementasi kesepakatan terus diwarnai saling tuding pelanggaran. Insiden serangan terhadap kapal di Selat Hormuz memperburuk hubungan kedua negara, dengan Washington dan Teheran sama-sama menuding pihak lawan melanggar komitmen yang telah disepakati.

Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat mengklaim menyerang balik menyusul dugaan serangan drone Iran terhadap kapal tanker berbendera Panama. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengaku meluncurkan rudal dan drone ke delapan pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar keuangan kawasan Teluk bergerak hati-hati. Bursa saham di Arab Saudi, Dubai, dan Abu Dhabi melemah, sedangkan harga minyak Brent turun sekitar 1 persen karena pelaku pasar masih menunggu kepastian apakah jalur diplomasi benar-benar akan berlanjut atau kembali terhenti.