Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik

Oleh Desti Dwi Natasya pada 15 Sep 2026, 10:49 WIB

Donald Trump menuding serangan Ukraina terhadap fasilitas minyak Rusia ikut memicu kenaikan harga solar di Amerika Serikat hingga lebih dari 6 dolar AS per galon.

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai salah satu penyebab kenaikan harga solar di AS yang kini menembus lebih dari 6 dolar AS per galon.

Harga rata-rata nasional solar AS tercatat lebih dari 6 dolar AS per galon pada Jumat (11/9/2026), naik dari sekitar 5,85 dolar AS pada pekan sebelumnya.

Angka tersebut juga meningkat sekitar 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika harga solar berada di kisaran 3,71 dolar AS per galon.

Sejumlah analis pasar mengaitkan kenaikan harga tersebut dengan konflik di Timur Tengah dan kembali memanasnya permusuhan antara AS dan Iran yang berdampak terhadap harga minyak mentah.

Namun, Trump menilai kenaikan harga solar justru berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina dan serangan Ukraina terhadap fasilitas produksi minyak Rusia.

“Zelensky harus melakukan satu hal. Dia harus berhenti menghancurkan pasokan bahan bakar diesel di Rusia. Biarkan dia menyerang target, tetapi jangan bahan bakar diesel, karena dia menyebabkan kekurangan diesel,” tegas Trump, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).

Trump menyampaikan hal tersebut kepada wartawan saat berkunjung ke Irlandia dan menegaskan bahwa kenaikan harga solar bukan disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.

“Masih banyak target lain. Jangan serang bahan bakar diesel, karena itu merugikan dunia,” tambahnya.

Ukraina dalam beberapa bulan terakhir memang berulang kali melancarkan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas perminyakan Rusia.

Serangan tersebut telah menyebabkan kekurangan bahan bakar dan kenaikan harga di sejumlah wilayah Rusia, meskipun dampak utamanya disebut lebih terasa pada pasokan bensin dibandingkan solar.

Pemerintah Rusia kemudian memberlakukan larangan sementara terhadap ekspor bensin, solar, dan sejumlah produk minyak bumi lainnya untuk mengatasi kekurangan pasokan.

Larangan ekspor solar yang diberlakukan sejak awal tahun juga diperluas kepada produsen bensin pada Juli dan dijadwalkan berlaku hingga akhir September, dengan kemungkinan diperpanjang.

Di AS, kenaikan harga solar menjadi perhatian karena bahan bakar tersebut berperan penting dalam rantai pasokan makanan.

Solar digunakan untuk mengoperasikan mesin pertanian serta truk dan kereta barang yang mengangkut hasil pertanian.

Biaya bahan bakar diperkirakan menyumbang sekitar 15–30 persen dari total biaya makanan di AS, sehingga kenaikan harga solar berpotensi turut mendorong kenaikan harga yang dibayar konsumen.