JAKARTA, Cobisnis.com - Uber memperkuat ekspansinya di industri kendaraan otonom dengan menggandeng tiga startup asal China, yakni Pony.ai, Momenta, dan WeRide.
Kerja sama tersebut memungkinkan teknologi kendaraan otonom dari ketiga perusahaan diintegrasikan ke dalam platform Uber untuk memperluas layanan robotaxi ke pasar internasional.
Ekspansi ini menyasar sejumlah wilayah di Eropa dan Timur Tengah, sementara China dan Amerika Serikat tidak menjadi target pasar dalam kerja sama tersebut.
Momenta menjadi salah satu perusahaan yang lebih dahulu menghadirkan teknologi robotaxi di platform Uber, dengan peluncuran yang dijadwalkan berlangsung di Eropa pada awal 2026.
Pada tahap awal operasional, kendaraan otonom Momenta masih akan ditemani operator keselamatan yang berada di dalam kabin.
Uber sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan Momenta pada 2 Mei, yang menurut CEO Uber Dara Khosrowshahi bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap teknologi mobilitas otonom.
“Kolaborasi ini memungkinkan lebih banyak pengendara di seluruh dunia untuk merasakan mobilitas otonom yang terjangkau,” kata Dara Khosrowshahi, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (09/09/2026).
Momenta merupakan startup teknologi pengemudian otonom yang didirikan pada September 2016 dan mendapat dukungan dari sejumlah produsen otomotif global, termasuk SAIC Motor, General Motors, dan Toyota.
Sejak 2021, Momenta juga menyediakan perangkat lunak pengemudian otomatis untuk merek premium milik SAIC, IM.
Sementara itu, Pony.ai menjadi perusahaan terbaru yang mengumumkan kerja sama dengan Uber, dengan teknologi robotaxinya dijadwalkan mulai digunakan di platform Uber di Timur Tengah pada akhir 2026.
Pengguna Uber nantinya dapat memilih kendaraan dengan pengemudi manusia atau kendaraan otonom yang menggunakan teknologi Pony.ai.
Pada tahap uji coba, operator keselamatan tetap ditempatkan di dalam kendaraan untuk memantau operasional robotaxi.
“Bermitra dengan Uber mempercepat misi bersama kami untuk mewujudkan mobilitas otonom,” kata Dr. James Peng, CEO Pony.ai.
“Kami akan memulai di Timur Tengah sebelum berekspansi ke pasar baru,” lanjut Peng.
“Kemitraan kami dengan Pony.ai adalah langkah lain menuju pengenalan mobilitas otonom ke dunia,” kata Dara Khosrowshahi, CEO Uber.
Pony.ai didirikan pada Desember 2016 oleh James Peng dan Tiancheng Lou, yang sebelumnya merupakan pengembang di Baidu, serta mendapat dukungan dari Toyota dan Nio.
Perusahaan yang berkantor pusat di Guangzhou tersebut juga telah mengantongi izin untuk menjalankan layanan transportasi tanpa pengemudi di Beijing dan Guangzhou.
Selain Momenta dan Pony.ai, Uber menggandeng WeRide untuk menghadirkan layanan robotaxi di platformnya.
Uber dan WeRide sebelumnya mengumumkan kerja sama strategis pada September 2024 dan menargetkan jumlah armada robotaxi di Abu Dhabi mencapai 50 unit pada pertengahan 2025.
Dalam rencana jangka panjang, kedua perusahaan menargetkan ekspansi layanan ke sejumlah kota baru setiap tahun hingga mencapai 15 kota dalam lima tahun, termasuk wilayah di Eropa.
WeRide merupakan perusahaan teknologi pengemudian otonom yang didirikan di Guangzhou pada 2017 oleh Tony Han, mantan kepala unit pengemudian otonom Baidu.
Perusahaan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah investor dan perusahaan teknologi global, termasuk Bosch, Nvidia, dan BlackRock, serta memiliki izin pengoperasian teknologi pengemudian otonom di China, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Kerja sama dengan Pony.ai, Momenta, dan WeRide menjadi bagian dari strategi Uber untuk mempercepat adopsi kendaraan otonom melalui kemitraan dengan pengembang teknologi sekaligus memperluas penggunaan robotaxi di pasar internasional.