UEFA Pantau Kasus Keuangan Manchester City

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 07 Oct 2026, 18:40 WIB

UEFA

JAKARTA, Cobisnis.com - UEFA memantau perkembangan kasus pelanggaran aturan keuangan yang melibatkan Manchester City di Liga Premier dan disebut akan menunggu proses disiplin kompetisi Inggris tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas pelanggaran aturan keuangan Liga Premier selama periode 2009 hingga 2018, termasuk sejumlah dakwaan terkait regulasi Financial Fair Play (FFP) UEFA.

Reuters melaporkan Manchester City telah mengajukan banding atas putusan tersebut pada 1 Oktober 2026 dan menyatakan keputusan komisi mengandung kesalahan hukum serta fakta.

Klub berjuluk The Citizens itu juga menegaskan memiliki bukti yang dinilai dapat membantah tuduhan terhadap mereka.

Dalam kasus sebelumnya, Manchester City pernah mencapai kesepakatan penyelesaian dengan UEFA pada 2014 yang mencakup denda £49 juta, dengan £32 juta di antaranya ditangguhkan.

Kasus kembali mencuat pada 2020 ketika UEFA menjatuhkan denda €30 juta kepada Manchester City serta larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun karena pelanggaran aturan FFP.

Manchester City kemudian membawa perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), yang membatalkan larangan tampil di kompetisi Eropa karena UEFA dinilai tidak dapat membuktikan tuduhan utama terkait penyamaran pendanaan ekuitas sebagai kontribusi sponsor.

CAS juga memangkas denda menjadi €10 juta karena Manchester City dinilai gagal bekerja sama dalam proses investigasi UEFA.

Sementara itu, kasus Liga Premier yang terbaru memiliki cakupan lebih luas dan mencakup pelanggaran aturan keuangan selama sembilan musim, dari 2009/2010 hingga 2017/2018.

Manchester City disebut menggunakan kontrak komersial palsu untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya yang dilaporkan dengan nilai lebih dari £900 juta, berdasarkan putusan komisi independen tersebut.

Berbeda dengan UEFA yang memiliki batas waktu penuntutan selama lima tahun untuk pelanggaran aturan keuangan, Liga Premier tidak memiliki batas waktu penuntutan dalam kasus semacam ini.

Kasus Liga Premier bermula dari dugaan pelanggaran yang mencuat setelah dokumen internal Manchester City dipublikasikan majalah Jerman Der Spiegel pada 2018.

Manchester City sejak awal membantah melakukan pelanggaran dan menyebut tuduhan tersebut mengandung kesalahan, sementara proses banding atas putusan terbaru kini masih berjalan.

UEFA pun masih memantau perkembangan perkara tersebut sebelum menentukan apakah akan mengambil tindakan terhadap Manchester City.