Unik dan Bikin Haru, Pernikahan Santri Ini Gunakan “Pacul Pora” sebagai Lorong Kehormatan

Oleh Desti Dwi Natasya pada 15 Feb 2026, 13:57 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan video prosesi pernikahan tak biasa yang dijuluki “Pacul Pora”. Jika umumnya pasangan pengantin menggunakan tradisi Pedang Pora, mempelai pria yang diketahui seorang santri ini justru menghadirkan lorong kehormatan dengan pacul dan sekop.

Sebagai informasi, Pedang Pora lazim ditemui dalam pernikahan perwira militer atau kedinasan. Prosesi tersebut biasanya menggunakan pedang yang diangkat membentuk gerbang kehormatan bagi pengantin. Namun dalam video yang viral ini, alat-alat konstruksi menggantikan pedang, menciptakan suasana unik sekaligus mengundang tawa netizen.

Video tersebut diunggah akun TikTok @umartuuu dan langsung menarik perhatian warganet. Hingga Minggu (15/2/2026), unggahan itu telah meraih puluhan ribu tanda suka, ribuan komentar, serta ratusan ribu kali dibagikan.

Dalam video terlihat sejumlah pria berbaris di kanan-kiri jalan masuk pengantin, mengangkat pacul dan sekop membentuk lorong layaknya prosesi Pedang Pora. Di keterangan video tertulis, “Bedil = nooo, Pacul, sekop = yesss,” yang semakin menegaskan konsep sederhana namun kreatif tersebut.

Belakangan terungkap bahwa mempelai pria merupakan santri dari salah satu pondok pesantren di Banyumas, Jawa Tengah. Hal itu diketahui dari balasan komentar sang pemilik akun yang juga pengantin pria.

Saat seorang netizen bertanya, “Ini ceritanya pengantin prianya mandor?”, ia menjawab singkat, “santri + ustad + mandor.”

Keterangan lain dalam video juga menyebut, “POV: pernikahan santri bagian pembangunan pondok,” yang menandakan prosesi tersebut berkaitan dengan aktivitas pembangunan di lingkungan pesantren.

Sang mempelai pun menyebut momen tersebut sebagai “Pacul Pora”, plesetan dari Pedang Pora. Dalam kolom komentar, sejumlah warganet turut meramaikan suasana dengan doa dan candaan.

“Sakinah, mawaddah wamacul,” tulis salah satu netizen, disusul komentar lain yang menyebut konsep itu sebagai “wedding dream”.

Viralnya prosesi ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kebersamaan dapat menghadirkan momen pernikahan yang berkesan tanpa harus mengusung kemewahan. Kesederhanaan justru menjadi daya tarik utama yang membuatnya menyentuh hati banyak orang.