Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Sep 2026, 14:36 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Sebanyak 256 pelajar SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan mulai muncul beberapa jam setelah para siswa menerima dan mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Gejala yang dirasakan antara lain diare, mual, muntah, hingga pusing.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr Hexawan Tjahja Widada menjelaskan, laporan awal mengenai kondisi siswa sempat dianggap sebagai kasus gangguan pencernaan yang umum terjadi.

Namun, jumlah siswa yang mengalami keluhan terus teridentifikasi setelah pihak sekolah dan petugas melakukan pendataan.

"Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak," kata Hexawan, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (4/9/26).

Data sementara Dinkes Jombang mencatat ada 256 siswa yang mengalami gejala. Petugas masih memonitor perkembangan kasus tersebut untuk mengantisipasi munculnya laporan baru.

"256 ini. Ya kan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak," ucapnya.

Dari jumlah tersebut, tujuh siswa harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di Puskesmas karena mengalami kondisi lemas. Meski demikian, kondisi mereka disebut sudah membaik.

"Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang," ujarnya.

Selain pasien yang menjalani rawat inap, sebanyak 74 siswa lainnya tercatat memperoleh penanganan secara rawat jalan. Mereka menjalani pemeriksaan di Puskesmas serta beberapa klinik swasta di wilayah tersebut.

Adapun siswa lainnya mendapatkan penanganan secara mandiri maupun berobat jalan di fasilitas kesehatan yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Dinkes Jombang juga memperkirakan jumlah kasus masih dapat berubah. Hal itu karena kemungkinan terdapat siswa yang baru merasakan gejala atau belum melaporkan kondisinya kepada tenaga kesehatan.

Untuk memastikan penyebab kejadian, petugas kesehatan mulai melakukan pemeriksaan dan pengumpulan informasi di lapangan setelah penanganan medis terhadap siswa berjalan.

Penelusuran mencakup seluruh rangkaian penyediaan makanan MBG, termasuk proses memasak, pengiriman makanan, serta pemeriksaan bahan pangan yang digunakan.

Sampai saat ini, petugas masih melakukan investigasi dan belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut.