XLSMART Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste

Oleh Rizki Meirino pada 14 Sep 2026, 17:43 WIB

XLSMART dan REMIND menghadirkan #ByeByeBox di ITB untuk mendorong pengelolaan e-waste, edukasi generasi muda, dan ekonomi sirkular.

JAKARTA, Cobisnis.com - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB untuk mendorong pengelolaan limbah elektronik atau e-waste yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkenalkan penerapan ekonomi sirkular kepada generasi muda.

Program tersebut berlangsung pada 14–28 September 2026, diawali peluncuran di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 September dan dilanjutkan dengan aktivasi #ByeByeBox di area kampus.

#ByeByeBox merupakan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat menyerahkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan ke jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi XLSMART dan REMIND, mesin tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik pengumpulan e-waste, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mendorong perubahan kebiasaan dalam mengelola perangkat elektronik.

Pada tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan 600 kilogram e-waste. Seluruh limbah elektronik yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari pengukuran dampak program.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu diikuti dengan tanggung jawab terhadap dampak lingkungan.

“Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungannya. Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan.”

E-Waste Diproses dengan Teknologi AI

Untuk menggunakan #ByeByeBox, masyarakat cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan dan mengikuti petunjuk pada layar.

Perangkat kemudian dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi kecerdasan buatan atau AI, sebelum ditimbang secara otomatis dan diterima dalam sistem REMIND.

E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material. Material yang masih memiliki nilai dapat dipulihkan dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Founder & CEO REMIND Muhammad Dzikri Ahira Soefihara mengatakan teknologi dalam #ByeByeBox digunakan untuk membuat proses pengumpulan dan pengelolaan e-waste lebih mudah sekaligus terukur.

“#ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya.”

ITB dipilih sebagai titik awal Campus Roadshow #ByeByeBox karena menjadi ruang yang mempertemukan teknologi, keilmuan, keberlanjutan, dan aktivitas mahasiswa.

Selain itu, REMIND juga berasal dari ekosistem ITB sehingga program tersebut sekaligus membawa kembali solusi pengelolaan e-waste kepada generasi mahasiswa berikutnya.

Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T. mengatakan kampus dapat berperan dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.

“Kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Kehadiran #ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata.”

Program ini melibatkan kolaborasi XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, Institut Teknologi Bandung, GSMA, serta BAPPENAS. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif bisnis, teknologi, akademik, pengelolaan e-waste, hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS Nizhar Marizi mengatakan ekonomi sirkular membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan generasi muda.

“Ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Inisiatif seperti #ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi.”

Ada Bonus Kuota bagi Pengguna

Selama aktivasi di ITB, pengguna XL, AXIS, dan Smartfren berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan melalui #ByeByeBox.

Untuk e-waste dengan berat di bawah 1 kilogram, peserta mendapatkan 500 MB. Sementara e-waste seberat 1–2 kilogram memperoleh 1 GB, sedangkan pengumpulan di atas 2 kilogram mendapatkan 1,5 GB.

Bonus kuota tersebut berlaku selama satu hari. Bagi peserta yang belum menggunakan XL, AXIS, maupun Smartfren, tersedia kesempatan memperoleh kartu perdana sesuai ketersediaan selama periode aktivasi.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah e-waste yang terkumpul, tetapi juga melalui jumlah partisipan, tingkat engagement, perubahan perilaku, serta dampak pengelolaan limbah elektronik yang dapat dilaporkan secara konkret dan terukur.

Di sisi internal, XLSMART juga mengelola e-waste yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan, seperti aktivitas dismantling tower, perangkat jaringan, perangkat IT, baterai, serta aset elektronik yang telah memasuki akhir masa pakai.

Pengelolaan limbah tersebut dilakukan bersama pihak ketiga yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Dengan demikian, pengelolaan e-waste XLSMART dilakukan melalui dua pendekatan, yakni mengelola limbah elektronik dari operasional perusahaan sekaligus mendorong perubahan kebiasaan di tingkat individu dan komunitas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular dan keberlanjutan di Indonesia.