JAKARTA, Cobisnis.com - Pendidikan tinggi kerap dianggap sebagai salah satu jalan menuju karier dan kehidupan yang lebih mapan, tetapi perjalanan sejumlah miliarder dunia menunjukkan bahwa kesuksesan juga dapat ditempuh melalui jalur berbeda.
Sejumlah orang terkaya di dunia justru meninggalkan bangku kuliah atau bahkan berhenti sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan formal mereka.
Mengutip berbagai sumber dari Yahoo Finance, sekitar 25 persen miliarder pernah putus sekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan tinggi.
Berikut 10 miliarder dunia yang berhasil membangun kekayaan fantastis meski tidak menyelesaikan kuliah.
- Mark Zuckerberg - US$204,2 Miliar
Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, meninggalkan Universitas Harvard setelah menyelesaikan tahun kedua kuliahnya untuk fokus mengembangkan Facebook yang dirintisnya dari kamar asrama.
Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan bisnis Zuckerberg hingga menjadikannya miliarder putus kuliah dengan kekayaan terbesar dalam daftar ini, sekitar US$204,2 miliar atau Rp3.657 triliun.
Zuckerberg memiliki sekitar 13 persen saham Meta dan bersama istrinya, Priscilla Chan, berkomitmen menyumbangkan 99 persen kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.
- Larry Ellison - US$188,1 Miliar
Larry Ellison dua kali meninggalkan bangku kuliah sebelum akhirnya mendirikan Oracle pada 1977.
Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.
Ellison masih menjabat sebagai ketua sekaligus chief technology officer Oracle dan memiliki kekayaan sekitar US$188,1 miliar atau Rp3.369 triliun.
- Michael Dell - US$151,2 Miliar
Michael Dell memulai bisnis komputer dari kamar asramanya ketika berkuliah di Universitas Texas.
Ketika bisnisnya berkembang, Dell memutuskan meninggalkan universitas untuk fokus membangun perusahaan yang kemudian menjadi salah satu produsen komputer pribadi terbesar di dunia.
Kekayaan Michael Dell kini diperkirakan mencapai US$151,2 miliar atau Rp2.707 triliun.
- Amancio Ortega - US$131,3 Miliar
Amancio Ortega bahkan meninggalkan sekolah ketika berusia 14 tahun.
Ia kemudian bekerja di sejumlah toko kemeja sebelum membangun kerajaan mode yang berkembang menjadi Inditex, perusahaan yang menaungi merek seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear.
Ortega mundur dari posisi ketua Inditex pada 2011 dan kini dikenal sebagai orang terkaya di Spanyol dengan kekayaan sekitar US$131,3 miliar atau Rp2.351 triliun.
- Bill Gates - US$103 Miliar
Bill Gates meninggalkan Universitas Harvard untuk fokus mengembangkan Microsoft bersama Paul Allen.
Keputusan tersebut mengantarkannya membangun salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.
Kekayaan Gates diperkirakan mencapai US$103 miliar atau Rp1.844 triliun.
Gates juga dikenal sebagai filantropis dan menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk mendukung berbagai upaya sosial, termasuk memerangi kemiskinan dan penyakit.
- Gautam Adani - US$58,6 Miliar
Gautam Adani meninggalkan Universitas Gujarat ketika memasuki tahun kedua kuliah dan kemudian pindah ke Mumbai.
Ia mengawali karier di industri berlian sebelum membangun Adani Group yang berkembang ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan dan pertambangan batu bara hingga pelabuhan, logistik, pembangkit listrik, serta distribusi gas.
Kekayaan Adani diperkirakan mencapai US$58,6 miliar atau Rp1.049 triliun.
- Li Ka-shing - US$46,2 Miliar
Li Ka-shing berhenti sekolah pada usia 15 tahun setelah keluarganya pindah ke Hong Kong dan ayahnya meninggal akibat tuberkulosis.
Ia kemudian bekerja di pabrik plastik sebelum mendirikan perusahaan sendiri dan masuk ke bisnis properti.
Li kemudian mengakuisisi Hutchison Whampoa dan membangun kerajaan bisnis yang mencakup berbagai sektor, termasuk ritel dan teknologi.
Kekayaannya kini diperkirakan mencapai US$46,2 miliar atau Rp827 triliun.
- Jan Koum - US$16,9 Miliar
Jan Koum merupakan salah satu pendiri WhatsApp yang pernah berkuliah di San Jose State University, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya.
Sebelum mendirikan WhatsApp, Koum bekerja di Yahoo selama sekitar sembilan tahun.
Pada 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp dalam kesepakatan senilai sekitar US$22 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham.
Kekayaan Koum kini diperkirakan mencapai US$16,9 miliar atau Rp302 triliun.
- Ralph Lauren - US$13,7 Miliar
Ralph Lauren lahir di Bronx dari keluarga imigran Yahudi asal Rusia dan sempat bekerja paruh waktu di industri garmen ketika masih muda.
Ia kemudian membangun merek fesyen yang menggunakan namanya sendiri, sebelum kariernya melejit setelah Neiman Marcus memesan 1.200 dasi hasil desainnya.
Lauren meninggalkan kuliah dan berhasil membangun salah satu merek fesyen paling dikenal di dunia dengan kekayaan sekitar US$13,7 miliar atau Rp245 triliun.
- Gabe Newell - US$11 Miliar
Gabe Newell meninggalkan Harvard sebelum menyelesaikan pendidikannya dan kemudian mendirikan Valve Corporation pada 1998.
Valve berkembang menjadi salah satu perusahaan berpengaruh dalam industri gim PC, terutama melalui Steam yang menjadi platform distribusi gim digital populer.
Newell kini menjabat sebagai CEO Valve dengan kekayaan sekitar US$11 miliar atau Rp197 triliun.
Deretan miliarder tersebut menunjukkan bahwa tidak menyelesaikan kuliah tidak otomatis menghalangi seseorang mencapai kesuksesan finansial.
Namun, kisah mereka juga tidak berarti pendidikan tinggi menjadi tidak penting karena masing-masing memiliki perjalanan, peluang, kemampuan, dan strategi bisnis yang berbeda.
Kesamaan yang terlihat dari para miliarder tersebut adalah keberanian mengambil peluang, membangun bisnis, mengembangkan inovasi, serta membaca perubahan pasar.
Dengan demikian, kisah mereka lebih tepat dipandang sebagai gambaran bahwa kesuksesan memiliki banyak jalur, sementara pendidikan tinggi tetap menjadi salah satu pilihan untuk membangun masa depan.