JAKARTA, Cobisnis.com - Siapa yang kini sudah jarang membawa uang kertas saat bertransaksi?
Kehadiran QRIS membuat pembayaran menjadi lebih praktis karena pengguna cukup memindai satu kode menggunakan kamera ponsel.
Dikutip dari kanal YouTube Kok Bisa?, Senin (7/9/2026), kode QR pada dasarnya merupakan bentuk gambar yang dapat menyimpan data menggunakan pola hitam dan putih.
Dalam sistem tersebut, informasi transaksi dapat mencakup kode bank, nominal pembayaran, deskripsi transaksi, hingga nama toko.
Tiga kotak besar di bagian sudut kode berfungsi membantu ponsel mengenali posisi QR dari berbagai arah.
Pola lainnya membantu kode tetap dapat dibaca meskipun gambar mengalami sedikit perubahan bentuk.
Setelah kode dipindai, data transaksi akan dikirimkan ke server pusat layanan pembayaran untuk diperiksa.
Sistem kemudian memastikan kode QR tersebut valid sekaligus mengecek ketersediaan saldo untuk menyelesaikan pembayaran.
QRIS juga memungkinkan pengguna melakukan transaksi meskipun layanan pembayaran yang digunakan berbeda dengan milik pedagang.
Sebelum QRIS hadir, masing-masing layanan pembayaran memiliki kode QR sendiri sehingga pengguna dan pedagang harus berhadapan dengan banyak pilihan kode.
Bank Indonesia kemudian menghadirkan QRIS untuk menyatukan berbagai sistem tersebut sehingga satu kode dapat digunakan oleh berbagai layanan pembayaran.
Penggunaan QRIS juga sempat menjadi perhatian dalam pembahasan perdagangan Indonesia-Amerika Serikat karena sistem pembayaran domestik dinilai dapat membuat layanan pembayaran asing lebih sulit masuk ke pasar Indonesia.
Di sisi lain, sistem QRIS dinilai menguntungkan karena biaya penggunaannya relatif murah dan dapat dimanfaatkan lebih banyak pedagang.
Meski praktis, QRIS juga dapat disalahgunakan untuk penipuan melalui pembuatan kode pembayaran palsu.
Karena itu, pengguna perlu memastikan nama penerima dan seluruh informasi transaksi yang muncul di ponsel sudah sesuai sebelum melakukan pembayaran.